Berita

foto:net

Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Bagian dari Nawa Cita Jokowi-JK

KAMIS, 28 MEI 2015 | 07:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT), merupakan salah satu pelaksanaan dari nawa cita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mewujudkan kesejahteran rakyat.

"KAT adalah salah satu pelaksanaan dari butir ketiga nawa cita, membangun Indonesia dari pinggiran dan daerah perbatasan, pulau terluar dan pulau terdepan," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kamis (28/5).

Kemensos terus melakukan pemberdayaan terhadap KAT dengan menyiapkan berbagai program, di antaranya menyiapkan hunian tetap (huntap), integrasi sosial, serta menyiapkan proses reintegerasi dan reunfikasi.


"Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kemensos, sedang disiapkan huntap, integrasi sosial dan menyiapkan proses reintegrasi dan reunifikasi terhadap KAT di Indonesia," tegasnya.

Sebanyak 80 kabupaten yang menerima program pemberdayaan dari 23 provinsi dengan total anggaran Rp 121 miliar. Untuk tahun ini, fokus pemberdayaan di 54 kabupaten dengan 80 lokasi pemberdayaan KAT.

Khusus untuk KAT masih digunakan dua kategori pemberdayaan, yaitu berbasis rumah tangga dan keluarga. Hal itu, dilakukan karena KAT hidup dalam komunitas yang berkelompok besar dan terkadang berpindah-pindah.

"Pelaksanaan pemberdayaan KAT masih digunakan dua kategori, yatitu berbasis rumah tangga dan keluarga," terang Menteri Khofifah.

Saat ini, ada 200 ribu Kepala Keluarga (KK) masih bermukim dari beberapa kesatuan KAT di seluruh Indonesia. Sedangkan, jumlah KAT terbanyak berada di Provinsi Papua.

Hasil kajian Kemensos, KAT dikategorikan menjadi tiga. Pertama, adalah mereka yang masih kuat mempertahankan adat istiadat, sulit menerima pengaruh dari luar. Kedua, adalah mereka yang masih bertahan dengan adat istiadat, tetapi sudah berinteraksi dengan dunia luar komunitasnya. Ketiga, adalah yang sudah penuh berinteraksi dengan lingkungan luar.

Strategi pemberdayaan di lingkungan KAT, baik dari sisi pra kondisi sosial hingga pada penguatan matapencaharian warga KAT. Sebab, di setiap daerah berbeda pendekatan, bergantung pada tradisi dan adat istiadat masyarakat tersebut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya