Berita

Silvio dan Barbara Berlusconi/net

Bola Bagus

Milan Kalah Dan Ogah Obral Saham

Seri A
SENIN, 18 MEI 2015 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

AC Milan kembali gagal meraup tiga poin. Rossoneri menyerah dengan skor 2-3 di markas Sassuolo, kemarin malam.

Milan bahkan harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan orang karena dua pemainnya menerima kartu merah. Pada pertandingan di Mapei Stadium, ke­marin, Domenico Berardi menjadi bintang kemenangan Sassuolo dengan mencetak hattrick.

Tim tuan rumah langsung un­ggul dua gol sebelum Giacomo Bonaventura menipiskan keting­galan Milan sekaligus menu­tup paruh pertama dengan skor 2-1. Tim tamu memelihara asa meraih poin usai Alex mencetak gol penyama di awal babak kedua.


Bonaventura harus mening­galkan lapangan permainan set­elah menerima dua kartu kuning. Memanfaatkan keunggulan jum­lah pemain, Sassuolo berhasil menciptakan gol ketiganya.

Penderitaan Milan semakin bertambah lantaran Suso digan­jar dengan kartu merah lang­sung menjelang pertandingan berakhir.

Walaupun awalnya menya­takan siap menjual mayoritas saham kepemilikannya di AC Milan, namun Silvio Berlusconi mulai mengindikasikan hal kebalikan.

Terakhir ia dilaporkan hanya akan melepas maksimal 35% sa­hamnya ke calon investor baru, yang disebut-sebut berasal dari China. Mereka diminta meny­iapkan dana 200-250 juta euro untuk belanja pemain.

Sebelumnya konglomerat asal Thailand, Bee Taechaubol, berniat mengakuisisi Milan. Namun Berlusconi rupanya belum rela untuk lengser. Dalam negosiasinya dengan Taechaubol ia mengatakan ingin tetap men­jadi presiden klub, dan juga ingin memiliki setidaknya 51% saham. Sejauh ini belum ada tan­da-tanda lagi apakah Taechaubol mau melanjutkan rencana-ren­cananya.

"Kepedulian saya hanyalah melakukan apa yang terbaik untuk Milan dan fans," cetus Berlusconi kepada TeleNorba yang dikutip Football Italia, kemarin.

Selain ingin bertahan sebagai Presiden Klub, Berlusconi juga tetap ingin melibatkan tangan kanannya, Adriano Galliani, dan putrinya, Barbara Berlusconi, untuk urusan marketing. ***

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya