Berita

KJRI Jeddah/net

KJRI Jeddah Sudah di Najran untuk Selamatkan 25 TKI

MINGGU, 17 MEI 2015 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aktivis TKI Muhammad Ghazali menerima pengaduan 25 TKI yang bekerja di Kota Najran, Arab Saudi. Salah satu dari 25 TKI tersebut mengatakan bahwa mereka merasa ketakutan atas kondisi di Kota Najran saat ini.

25 TKI tersebut merasa ditipu oleh PJTKIS Yanbu Al Bahar. Sebab dijanjikan oleh pihak PJTKIS akan dipekerjakan sebagai pejahit, tetapi setibanya di Arab Saudi dipekerjakan dan diperjual belikan sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT).

Muhammad Ghazali mengatakan, bahwa dalam pengakuannya 25 TKI tersebut telah mengadu ke Perwakilan RI di Arab Saudi sejak dua bulan lalu.


Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah saat ini telah berada di Najran serta terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan juga mencari kemungkinan masih ada yang lainnya.

Konjen RI Jeddah Dharmakirty Syailendra menyebutkan bahwa, penangan kasus 25 BMI/TKI tersebut harus kerja sama dengan otoritas terkait di Najran.

"Bagaimanapun mereka (25 BMI/TKI) masuk ke Arab Saudi secara legal dengan visa kerja. Serta juga harus memperhatikan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi dimana hak privasi keluarga sangat dilindungi dan seseorang/tamu tidak bisa datang ke rumah secara mendadak tanpa diundang," ungkapnya kemarin.

Ketua Kantor Perwakilan Luar Negeri (Perwalu) PDI Perjuangan Saudi Arabia, Sharief Rachmat membenarkan pernyataan yang disampaikan Konjen RI Jeddah Dharmakirty Syailendra tersebut.

"Yang disampaikan Pak Konjen benar demikian adanya. Dalam peraturan yang berlaku di Arab Saudi, Kedutaan atau Konsulat negara manapun bila ingin menjemput warganya yang bermasalah dari rumah majikan atau lainnya, harus sepengetahuan atau seizin Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Selain itu, dalam penjemputannya juga perlu didampingi kepolisian setempat," jelas Sharief, Minggu (17/5).

Sharief pun mengatakan, bahwa bisa saja Kedutaan atau Konsulat menjemput langsung tanpa izin, tetapi dampaknya akan menerima nota protes diplomatik dari Arab Saudi dan bisa berujung ke pengusiran staf atau pejabat dari Arab Saudi yang melanggar peraturan negara setempat. Karena yang menyangkut hak privasi dilindungi oleh UU di Arab Saudi.

"Sebaiknya kita dukung serta percayakan kepada KBRI dan KJRI di Arab Saudi agar berupaya dapat mengevakuasi 25 TKI tersebut, sekaligus WNI lainnya yang berada di kota Najran dan sekitarnya. Sekaligus, ada baiknya semua pihak bisa menahan diri dalam mengomentari gejolak yang terus memanas antara Arab Saudi dan pasukan bersenjata milisi Houthi di Yaman. Jangan berlebihan, karena efeknya bisa kepada WNI yang berada di Arab Saudi. Akan lebih baik bila kita membantu Pemerintah memberi informasi keberadaan WNI/TKI di kota Najran dan sekitarnya," himbaunya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya