Posisi Freiburg yang baru dua minggu bebas dari zona degradasi kembali terancam, karena harus menjamu Bayern Munchen di Schwarzwald-Stadion, Breisgau, malam ini WIB.
Duel di Spieltag 33 ini bisa kembali mendekatkan Freiburg ke zona degradasi. Terlebih, performa tuan rumah sedang melorot. Mereka belum pernah menang dalam lima pertandinÂgan terakhir.
Dengan sisa dua laga pada musim ini, Breisgau-Brasilianer-julukan Freiburg yang berada satu tingkat di atas area merah pantas khawatir. Mereka hanya selisih satu poin dari juru kunci dan memiliki nilai sama 31 bersama Hannover 96 dan SC Paderborn.
Dalam laga nanti Freiburg dipastikan tampil habis-habisan dengan mengeksploitasi pemain kuncinya, Admir Mehmedi. Penyerang bernomor punggung 14 itu memang sedang panas. Mehmedi adalah orang yang berÂjasa membawa timnya terbebas dari zona degradasi. "Bahagia dan berdebar jika mendapat kepercayaan dalam laga. Tapi ini adalah tugas baik di dua laga tersisa," jelas Mehmedi di situs resmi klub.
Rekan Mehdi sesama striker, Karim Guede juga berjanji untuk memanfaatkan sisa laga untuk menyelamatkan tim dari zona degradasi di papan klaseÂmen. Melawan Bayern adalah kesempatan emas, mereka akan melakukan pengaman ekstra, terutama di lini belakang.
"Kami harus menjalankan tuÂgas penting. Berjuang dari awal sampai akhir jika ingin memiliki kesempatan. Kita harus bertahan dengan baik. Itulah dasar ketika bermain melawan Bayern," kata Guede.
Di lima pertemuan terakhir antara Freiburg kontra Munchen dominasi kemenangan masih dipegang Die Roten. Namun bila ditelisik lebih dalam sebetulnya kondisi Bayern Munchen saat ini tidak lebih baik dari tuan rumah.
Dari lima laga terakhir Die Roten hanya menorehkan sekali keunggulan dalam skor itu pun saat mereka kalah agregat 5-3 dari Barcelona di Liga Champions, Rabu (13/5).
Untungnya di Bundesliga, Munchen sudah mengunci kemenangan sehingga laga ini bisa dianggap formalitas bagi mereka.
Meski sekadar formalitas. Diprediksi pasukan Munchen tidak bermain jor-joran. Pep Guardiola kemungkinan besar akan menurunkan beberapa penggawa muda untuk memÂberikan pengalaman bertanding. Dalam sejumlah kesempatan, sang pelatih sudah menurunkÂan pemain mudanya seperti Gianluca Gaudino, Mitchel Weiser dan Sinan Kurt.
Namun, penyerang utama tetap menempatkan Robert Lewandowski. Peran Lewandowski di lini depan Bayern hampir tak tergantikan musim ini. Namun demikian, Lewandowski sedikit mengaÂlami penurunan dalam berapa pertandingan terakhir. Apalagi semenjak Arjen Robben menÂgalami cidera, bomber asal Polandia itu seperti kekurangan sokongan. Beruntung, Thomas Muller setia bersamanya untuk mengisi barisan depan.
Kerja keras maksimal dari skuad Bavarian namun hasil minimal menurut para pengamat merupakan akibat salah ambil kebijakan. Mantan kiper legenÂdaris Jerman, Oliver Kahn meÂnilai, Guardiola telah menyia-nyiakan bakat emas Mario Gotze yang sering kali menempatkanÂnya di bangku cadangan.
Gotze terlihat kesulitan meÂnemukan performa terbaiknya setelah gagal menyegel tempat sebagai pemain reguler Bayern. Dalam kedua leg melaÂwan Barcelona di semi-final Liga Champions, misalnya, Gotze tidak masuk dalam starter. "Mereka tidak memanfaatkan talenta yang dimilikinya. Selain itu Thomas Muller juga bermain di posisi yang salah. Masalah tenÂtang dua pemain besar dari Jerman ini harus segera diselesaikan," tutur Kahn kepada ZDF.
Kali ini bisa dipastikan Gotze bakal turun membantu tugas Lewandowski dan Muller. Sementara itu sang kapten, Philipp Lahm bakal di belakang Gotze untuk mengamankan lini tengah. Lahm optimis di sisa laga ini timnya bisa menyapu bersih kemenangan.
"Kami sudah pasti memiliki musim yang baik setelah meÂmenangkan liga untuk tahun ketiga berturut-turut dan mencaÂpai dua semifinal," kata Lahm di
bundesliga.com. ***