Berita

Menteri Yuddy: Humas Pemerintah Harus Paham Jurnalistik dan Fotografi

RABU, 13 MEI 2015 | 19:28 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Humas Pemerintah memiliki tugas vital mengkomunikasikan berbagai kebijakan pemerintah. Karena itu, humas hendaknya bekerja karena panggilan patriotik (patriotic call) untuk menyampaikan pesan berupa kebenaran dari berbagai kebijakan pemerintah.

Begitu dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi, pada acara Training Sinergi Kampanye Revolusi Mental Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi bagi Praktisi Humas Pemda dan Jurnalis di Harris Hotel Batam Centre, Selasa (12/5)

Menurut Yuddy, peran Humas Pemerintah sangat strategis untuk meyakinkan dan mengajak masyarakat agar berpartisipasi menyukseskan kebijakan pemerintah. Karena itu, humas harus memiliki kemampuan jurnalistik, sekaligus fotografi yang baik.


"Humas itu posisinya strategis, pekerjaan pemerintah bisa dipahami dan dimengerti rakyat apabila Humas bekerja. Humas kerja bukan sekedar mengkoordinir rekan pers, tapi harus mempunyai kemampuan persuasif dalam menjelaskan apa tujuan kegiatan atau kebijakan yang dilakukan pimpinannya, serta apa manfaatnya. Bahkan humas harus mampu membuat rilis," terang Yuddy.

Selain itu, lanjut dia, humas wajib mengetahui substansi dari berbagai kegiatan pemerintahan di tempatnya bertugas.

"Humas bukan cuma mencatat data, foto dan mendokumentasikan kegiatan, tapi Humas juga harus memahami substansi kegiatan atau kebijakan pimpinannya," terang Yuddy.

Hal itu dilakukan agar pesan dari sebuah kebijakan maupun kegiatan pemerintah tersampaikan dengan baik kepada media dan publik. Bukan berarti mendiktekan berita kegiatan pemerintah.

Yuddy tambahkan, karena perannya yang begitu penting, humas harus diperhatikan pola dan pengembangan kariernya.

"Menurut pandangan saya, harusnya penugasan di Humas ini menjadi tiket untuk promosi jabatan," demikian Yuddy. [sam]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya