Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Garuda Perluas Bisnis Sewa Kapal Tanpa Jadwal ke Tiongkok, India & Filipina

SELASA, 12 MEI 2015 | 09:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Selain Tiongkok, PT Garuda Indonesia persero Tbk terus meningkatkan lini bisnis penerbangan tidak berjadwal untuk wisatawan India dan Filipina. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pendapatan perusahaan ke depannya.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Handayani mengatakan, tingginya potensi kunjungan wisatawan man­canegara, khususnya Tion­gkok membuat perusahaan berencana memperbesar lini usaha charter flight, atau usaha sewa pesawat.

"Sebelumya kita belum menganggarkan secara khusus untuk charter flight. Tapi melihat ting­ginya animo turis asing, seperti Tiongkok mendorong Garuda akan memberikan layanan sewa pesawat untuk wisatawan," katanya, kemarin.


Ia melihat, layanan sewa maskapai ini cukup besar bagi wisatawan Tiongkok. Pasalnya, pada 2014, warga Tiongkok yang berwisata ter­catat sebanyak 900 ribu orang datang ke Indonesia, dari total penduduk Tiongkok mencapai 100 juta penduduk.

Saat ini, Garuda Indonesia telah memiliki rute langsung ke tiga bandara internasional Tiongkok yaitu di kota Beijing, Shanghai dan Guangzhou.

"Dengan adanya penerbangan tidak berjadwal akan membuat jadwal penerbangan menjadi lebih fleksibel bagi penumpang di luar kota-kota tersebut. Misalnya, untuk perjalanan melalui Guangzhou, Beijing dan Shanghai kita buat suatu charter flight," terangnya.

Pihaknya, juga telah memi­liki 30 kontrak penerbangan tidak berjadwal dari Tiongkok yang menjadikan pantai-pan­tai di Indonesia, seperti Bali sebagai destinasi liburan.

"Mudahan-mudahan jumlah kontraknya bisa double di kuartal dua," harapnya.

Selain itu, sambil menunggu kesiapan infrastruktur pendu­kung, perseroan tengah meng­kaji beberapa penerbangan tidak berjadwal lainnya, baik India dan Filipina.

"Ada juga permintaan dari India, mereka suka sekali momen wedding di Bali, karena sama secara religionnya. Kita sedang siapkan infrastruktur di Bali apakah mencukupi untuk kebutuhan atau tidak," katanya.

Selama tiga bulan pertama 2015, perseroan mengala­mi peningkatan pendapatan penerbangan tidak berjad­wal, melonjak 1.275,43 persen menjadi 39,20 juta US dolar, setara Rp 515,5 miliar dibanding periode sama tahun lalu, sebesar 2,85 juta US dolar atau Rp 37,4 miliar.

Pencapaian tersebut, berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha perseroan pada kuartal I 2015, yang naik dari 817,41 juta US dolar di periode sama tahun sebelum­nya menjadi 927,32 juta US dolar. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya