Berita

saan mustopa/net

HUKUMAN MATI TKI

Saan Mustopa: Pemerintah Harus Maksimal Perjuangkan Nasib Cicih

KAMIS, 07 MEI 2015 | 07:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah harus maksimal membebaskan Tenaga Kerja Indonesa (TKI) asal Karawang, Jawa Barat, Cicih Binti Aing Tolib, yang terancam hukuman pancung di Uni Emirat Arab (UEA).

Desakan itu disampaikan keluarga Cicih, yang didampingi anggota DPR asal dapil Karawang, Saan Mustopa saat bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid, di Kantor BNP2TKI, Jakarta, Rabu (6/5).

"Pemerintah wajib berupaya maksimal membebaskan Cicih karena dia hanyalah korban yang difitnah. Cicih, tak pernah melakukan pembunuhan sebagaimana disangkakan," ungkap Saan yang sengaja datang mendampingi keluarga Cicih untuk datang ke BNP2TKI.


Peristiwa dugaan pembunuhan bayi terjadi, Saan menuturkan, ketika Cicih bersama rekannya sesama pembantu sedang mengalami selisih paham. Dia mengungkapkan, ada persaingan antara Cicih dengan rekannya tersebut yang berasal dari Filipina.

"Jadi di rumah majikannya ada 2 pembantu, satu dari Indonesia dan satu Filipina. Ada persaingan si pembantu dari Filipina, ketika itu anak majikannya jatuh dan meninggal," tutur dia.

Tak pelak, Cicih pun dilaporkan oleh majikannya dengan tuduhan telah membunuh anaknya. Saan melanjutkan, Cicih divonis hukuman mati karena dijebak dan dibohongi. Cicih diminta mengaku telah membunuh anak majikan dan jika mengaku maka akan segera dipulangkan ke Indonesia. Tetapi nyatanya hal itu hanyalah jebakan saja.

Dan dalam prosesnya, lanjut Saan, majikan Cicih enggan berdamai dengan uang diyat atau sejumlah uang yang dibayarkan kepada ahli waris terhadap tindakan pidana. Saat ini, Cicih masih memperjuangkan kebebasannya dengan mengajukan banding ke pengadilan setempat.

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyambut positif kedatangan Saan dan keluarga TKI Cicih. Dia berjanji, pemerintah melalui BNp2TKI akan membantu semaksimal‎ mungkin kebebasan Cicih.

"Di UEA tadinya ada empat TKI terancam hukuman mati, tapi sekarang tinggal Cicih. Kita akan bantu, karena dia jujur mengaku tidak membunuh," tegas Nusron.

Nusron melanjutkan, saat ini secara keseluruhan ada 228 TKI yang terancam hukuman mati, beberapa diantaranya dituduh membunuh. Khusus untuk kasus Cicih, pemerintah sudah membayar pengacara handal di sana untuk mendampingi proses hukum yang sedang ditempuh.

"Kasrena ini sudah masuk mahkamah, banding, dalam waktu dekat akan diputuskan. Di sini lah pemerintah akan berperan, Menlu dan BNP2TKI. Menlu akan berkunjung ke UEA, untuk bicarakan bagaimana penyelesaiannya, akan minta ke pemerintah sana untuk dicarikan figur tepat di sana untuk mereyu supaya keluarga korban memberikan maaf kepada Cicih. Itu kalau proses hukum tetap kalah," ujarnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya