Berita

foto:net

10 Tuntutan Kaum Buruh di May Day 2015

SELASA, 28 APRIL 2015 | 10:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sebanyak 1 juta buruh dipastikan akan turun ke jalan untuk merayakan May Day (Hari Buruh) pada 1 Mei 2015 di seluruh Indonesia. 150 ribu buruh se-Jabodetabek akan memadati Ibukota Jakarta.

Ada 10 tuntutan yang disuarakan kaum buruh nanti.

Pertama, molak politik upah murah dengan menuntut kenaikan UMP/K sebesar 32 persen, juga menolak kenaikan upah 5 tahun sekali, dan mendesak pemerintah untuk merubah KHL menjadi 84 item dari 60 item KHL.


Kedua, mendesak pemerintah untuk menjalankan jaminan pensiun buruh wajib pada awal Juli 2015 dengan manfaat pensiun 60 persen hingga 75 persen dari gaji terakhir (seperti PNS).

Ketiga, mendesak pemerintah untuk menambah anggaran Jamkes Rp 30 triliun dari APBN. Keempat, mendesak pemerintah untuk segera menghapus sistem kerja outsourcing khususnya di BUMN. Kelima, menolak kenaikan harga BBM, elpiji dan TDL sesuai harga pasar.

Keenam, mendesak pemerintah untuk menurunkan harga barang pokok. Ketujuh, end corporate greed. Kedelapan, mendesak pemerintah untuk mencabut aturan tentang objek vital dan stop tindakan union busting dan kekerasan terhadap aktivis buruh.

Kesembilan, angkat guru dan pegawai honorer menjadi PNS tanpa tes lagi. Kesepuluh, sahkan RUU PRT dan revisi UU Perlindungan TKI.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, di Ibukota Jakarta, aksi akan dilakukan dengan long march dari Bundaran HI menuju Istana Negara.

Dan khusus massa KSPI, dengan jumlah hampir 100 ribu buruh pada jam 13.00 setelah dari Istana Negara akan bergerak menuju ke stadion GBK, Senayan, untuk merayakan May Day Fiesta dari pukul 13.30 hingga 17.00 WIB.

"Acara di stadion GBK juga akan dihadiri oleh para pimpinan serikat pekerja se dunia dan pimpinan buruh Asia Pasifik," demikian Said. [rus]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya