Berita

ACT

ACT Terbangkan Tim untuk Korban Gempa Nepal

SELASA, 28 APRIL 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aksi Cepat Tanggap (ACT) melepas tiga orang anggota Tim Global Action untuk membantu korban gempa Nepal ke Kathmandu, Nepal, Selasa pagi (28/4).

Presiden ACT Ahyudin memimpin langsung prosesi pelepasan dalam bingkai konferensi pers 'Doa dan Pemberangkatan' di  Kantor ACT Pusat Menara 165 Lantai 11, Jakarta, Senin sore (27/4).

Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur, bertindak sebagai Leader Tim, dengan anggota Wahyu Novyan, Manajer Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), dan Bambang Triyono dari Global Philantropy Media-ACT. Tim akan berangkat menggunakan pesawat komersial AirAsia, yang akan take off, Selasa pagi, pukul 05.45 WIB, menuju Ibukota Nepal, Kathmandu.


"Rencana awal, tim akan berangkat Senin sore, via New Delhi, India, namun karena bandara di Kathmandu, Nepal sudah dibuka, maka kita ubah rencana itu langsung berangkat ke Kathmandu," tutur Syuhel dalam rilisnya.

Ahyudin, Presiden ACT, mengucapkan terimakasih kepada awak media atas kesempatan hadir dalam pelepasan Global Action dan juga kepada para donatur yang terus memberikan dukungan dan kepedulian untuk kerja-kerja kemanusiaan ACT. Rencananya, untuk tahap awal, ACT akan membantu korban gempa di Nepal dengan nilai rupiah 300 sampai 500 juta rupiah, yang akan dikonversi dalam ragam kebutuhan para korban, seperti selimut, makanan, tenda, dan lain-lain. Tim juga berencana akan ikut proses evakuasi.

"Dana ini adalah amanah dari masyarakat, dengan segala dedikasi dan kemampuan, di atas segala-galanya akan kami tunaikan secara profesional. Kami sudah 10 tahun bekerja seperti ini, mudah-mudahan kepedulian bangsa ini diberkahi Allah," kata Ahyudin yang diamini para hadirin.

Ahyudin mengajak seluruh warga Indonesia untuk peduli terhadap korban bencana di Nepal. "Mari kita berikan simpati dan empati yang tinggi kepada warga yang dilanda bencana di Nepal," serunya.

Sejumlah pihak di Nepal, India dan China telah menyampaikan kesiapannya membantu Tim Global Action ACT menjalankan misi kemanusiannya di Nepal. Di antaranya yang telah dikontak: Kedubes Indonesia untuk India di New Delhi dan Wakil Dubes di Nepal, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di India dan PPI di RRC, para Pendaki gunung Himalaya asal Indonesia yang masih berada di sana (di antara empat pendaki berprofesi dokter) serta NGO lokal Nepal.

"Salah satu tugas kami Tim Edvan ini, adalah membuka jalan untuk tim berikutnya, agar bisa melakukan aksi lebih baik lagi. InsyaAlllah kita akan mudah mengajak mitra-mitra lainnya untuk bersinergi membantu korban bencana untuk program-program kemanusiaan," pungkas Syuhel.

Jika tak ada aral melintang, Jumat (1/5), ACT akan memberangkatkan Tim Global Action untuk Korban Gempa Nepal yang ke-2, yaitu tiga orang dokter (dua dokter bedah dan satu dokter umum) sebagai Tim Medis. [rus]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya