Berita

act

ACT Kirim Relawan ke Nepal

SENIN, 27 APRIL 2015 | 07:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aksi Cepat Tanggap (ACT) langsung merespon musibah gempa di Nepal dengan segera mengirimkan tim advance Global Humanity Response (GHR) yang dberangkatkan Senin malam (27/4) dari Jakarta menuju Nepal. Tim Pendahulu ini terdiri dua orang yakni Wahyu Novian dan Bambang Triyono.

Senior Vice President ACT yang juga Direktur Global Humanity Response (GHR), N. Imam Akbari, mengatakan, tim akan melakukan assessment awal dan melakukan aksi relief sesuai dengan kebutuhan prioritas warga Nepal pascagempa.

"Sudah kami siapkan juga tim kedua plus tim medis, yang akan segera berangkat di kesempatan pertama Bandara Katmandu dibuka nanti," ujar dia dalam keterangannya, Senin (27/4).


Imam menjelaskan tim akan menuju ke Katmandhu, Ibukota Nepal via jalan darat, dari bandara negara terdekat yakni bandara Kashmir atau Kalkuta di India atau Pakistan.

"Jalan darat terpaksa dilakukan mengingat Bandara Kathmandu masih ditutup sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Yang jelas, Tim Kemanusiaann ACT untul korban gempa Nepal akan diberangkatkan hari ini," ujar Imam.

Pihak otoritas Nepal sendiri, Sabtu (25/4) telah resmi menyatakan negaranya dalam keadaan darurat bencana dan mengundang organisasi kemanusiaan dunia turun memberikan bantuan kemanusiannya.

Kementerian Dalam negeri Nepal sampai Minggu petang telah mengonfirmasi jumlah korban tewas akibat gempa terburuk kedua di Nepal setelah 81 tahun yang lalu, mencapai 2.263 jiwa dan 5.900 orang luka-luka.

Puluhan ribu warga Katmandu memenuhi jalan-jalan kota, taman, halaman gedung pemerintah  atau halaman sekolah untuk mengamankan diri. Mereka adalah warga yang kehilangan rumah atau tak ingin kembali ke dalam rumah karena kuatir dengan gempa susulan berikutnya. Warga membuat tempat bernaung sendiri dengan tenda seadanya atau tanpa tenda sekalipun. Rumah sakit pun kelebihan pasien dan memilih melaukan perawatan di luar bangunan rumah sakit.

Kebutuhan mendesak saat ini untuk membantu para korban adalah SAR, tenaga medis, kebutuhan medis untuk rumah sakit, tenda rumah sakit, kantong jenasah, selimut, alas kaki dan distribusi kebutuhan makan.

"Bismillah mohon doa dari warga Indonesia semoga misi kami berjalan lancar, dan mari kita berikan empati kita untuk saudara-saudara kita di Nepal," tutur Imam. [rus]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya