Berita

Sesuai Janji, Jokowi harus Revisi Seluruh Kontrak Karya dengan Perusahaan Asing

SENIN, 27 APRIL 2015 | 05:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perusahaan Asing sudah menguasai Blok Mahakam sejak tahun 1967. Namun sayangnya, hingga kini tidak berbanding lurus antara keuntungan perusahaan dengan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur khususnya dan pendapatan negara pada umumnya.

Demikian disampaikan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Andi Fajar Asti, dalam keterangan persnya yang diterima sesaat lalu (Senin, 27/4).

"Pemerintah memperhatikan kesejateraan masyarakat yang berada di sekitar daerah tersebut," tegasnya.


Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mendorong nasionalisasi perusahaan asing yang mengelola sumber gas terbesar di Indonesia tersebut. Apalagi, kontrak Total dari prancis dan Inpex dari Jepang yang mengelola Blok Mahakam akan berakhir pada tahun 2017.

"Kami ingin melihat masyarakat Indonesia dan Kaltim Khususnya menikmati keuntungan ekonomi atas pengelolaan blok Mahakam melalui participant interest, sehingga kami berharap agar kementrian ESDM segera menasionalisasikan semua perusahaan asing yang ada di Blok Mahakam dan melakukan rekrutmen tenaga kerja dengan melibatkan pekerja lokal secara proposional," tegasnya.

Selain itu dia menambahkan, perusahaan yang beroperasi di Blok Mahakam harus tetap menjaga keseimbangan pengelolaan yang pro terhadap kualitas lingkungan yang berkelanjutan.

Sebab perusahaan yang menguasai Blok Mahakam selama 48 tahun tersebut sudah sangat merusak hutan Indonesia dengan hilangnya taman hutan bukit Suharto.

"Jokowi-JK harus penuhi janji politiknya sewaktu debat capres bahwa akan merevisi seluruh kontrak karya dengan perusahaan asing yang ada di Indonesia demi keadilan ekonomi. Kalau Jokowi-JK tidak melakukan itu berarti Jokowi-Jk sebaiknya mundur saja karena ketidakmampua nya menekan perusahaan yang sangat merugikan bangsa Indonesia," demikian Fajar, yang menyelesaikan program Doktor jurusan Lingkungan Hidup di Universitas Negeri Jakarta.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya