Berita

Bambang Hermanto

Politik

Wasekjen PPP: Pidato Presiden di KAA Bisa Mengubah Peta Politik dan Tatanan Ekonomi Global

RABU, 22 APRIL 2015 | 22:07 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bambang Hermanto memuji pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Peringatan ke-60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dianggapnya visioner dan berani.

Bambang yakin pesan yang terkandung dalam pidato presiden bisa mengubah peta politik dan tatanan ekonomi global.

"Pernyataan presiden disampaikan dalam forum yang dihadiri ratusan pemimpin dan petinggi negara-negara dunia itu sangat potensial bisa mengubah peta politik dan perekonomian global” kata Wakil Sekjen Bidang Ekonomi dan Keuangan PPP Bambang Hermanto di Jakarta, Rabu (22/4).


Menurut Bambang, pesan presiden terhadap dunia internasional relatif kumplit karena menyasar semua substansi yang selama ini menjadi sorotan, yaitu  Palestina, PBB, IMF dan Bank Dunia.

Bambang menggarisbawahi pemikiran Presiden Jokowi yang mendesak dilakukannya reformasi arsitektur keuangan global untuk menghilangkan dominasi kelompok negara atas negara-negara lain.

Menurut dia, hal itu merupakan pemikiran yang patut diapresiasi karena arsitektur keuangan global merupakan patron terpenting untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dunia.

"Ini menggambarkan Presiden kita juga berpikir global dan menaruh perhatian serius untuk turut serta memberikan sumbangsih bagi persoalan ekonomi dunia," katanya.

Ia juga berharap pidato itu bisa menjadi semangat yang menginspirasi para delegasi yang hadir untuk bangkit melawan dominasi negara-negara tertentu terhadap negara dunia ketiga.

Meski begitu, ia menilai pidato itu mestinya tidak hanya visioner ke depan tapi juga ke dalam.

"Artinya bahwa Presiden juga harus mulai memikirkan untuk menyusun cetak biru arsitektur perekonomian domestic. Dan saya akan angkat jempol jika presiden melakukannya kedalam," katanya.

Ia berpendapat, Indonesia belum memiliki cetak biru yang jelas dalam hal ekonomi konstitusi termasuk arsitektur ekonomi dalam negeri.
Hal itu kata dia penting agar pondasi perekonomian Indonesia semakin kuat dan memiliki arah yang lebih jelas.

Presiden Jokowi dalam pidatonya di KAA 2015 menekankan dan menggalang semangat pemimpin dunia yang hadir ketika itu untuk membangun sebuah tatanan ekonomi baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru.[dzk]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Ribuan Lender Masih Terombang-ambing di Tengah Proses Hukum DSI

Senin, 26 Januari 2026 | 07:57

Gubernur Minnesota Tantang Trump Usai Agen Imigrasi Tembak Mati Perawat ICU

Senin, 26 Januari 2026 | 07:38

Barack Obama Kecam Penembakan Alex Pretti di Minneapolis

Senin, 26 Januari 2026 | 07:21

Gempur Transaksi Judol, OJK Wajibkan Bank Gunakan Teknologi Pelacakan Dini

Senin, 26 Januari 2026 | 07:06

Hasil Survei Mulai Dukung Roy Suryo Cs

Senin, 26 Januari 2026 | 06:50

Rahasia Ribosom

Senin, 26 Januari 2026 | 06:18

Dua Warga Hilang saat Longsor di Pemalang

Senin, 26 Januari 2026 | 06:02

Ahmad Khozinudin Tutup Pintu Damai dengan Jokowi

Senin, 26 Januari 2026 | 05:40

Banjir di Pulau Jawa Bukan cuma Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 26 Januari 2026 | 05:10

Akhirnya RI Bisa Satu Meja dengan Israel dalam BoP for Gaza

Senin, 26 Januari 2026 | 05:05

Selengkapnya