Berita

Reshuffle Kabinet Solusi Atasi Ketidakpercayaan Publik!

SELASA, 21 APRIL 2015 | 14:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK di enam bulan pertama kepemimpinannya terjun bebas tak terkendali.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi salah satu penyebabnya adalah buruknya kinerja menteri di jajaran kabinet kerja.

"Reshuffle merupakan salah satu solusi terbaik untuk memperbaiki kinerja pemerintahan," kata Jajat dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (21/4).


Jokowi, kata Jajat, bisa belajar dari mantan Presiden SBY yang mengambil langkah cepat, mencopot menteri berkinerja buruk meski usia pemerintahannya belum setahun.

"Keberanian Jokowi dalam mereshuffle kabinet akan menunjukan keseriusannya dalam menangani berbagai permasalahan bangsa. Sebab, publik sudah menilai langsung bagaimana kinerja menteri dalam kabinet Jokowi," papar dia.

Jajat meyakini kendala yang akan dihadapi oleh Jokowi dalam reshuffle datang dari partai-partai pendukungnya karena sejumlah menteri berkinerja buruk diantaranya merupakan menteri dari partai politik. Meski demikian, Jokowi harus melawannya untuk kepentingan rakyat.

"Nanti akan terlihat apakah Jokowi sebagai Presiden mampu mengedepankan kepentingan rakyat atau mempertahan orang-orang dalam kabinetnya berdasarkan titipan partai," tukas Jajat.

Ketidakpuasan publik terhadap kinerja Jokowi-JK diantaranya terlihat dari hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia yang dirilis beberapa hari lalu. Hasilnya, sebanyak 48,5 persen publik tak puas kepada pemerintahan.

Angka sebesar 48,5 persen itu gabungan dari penilaian publik yang sangat tidak puas (5,8%) dan kurang puas (42,7%). Sementara penilaian masyarakat yang puas sebesar 44 persen yaitu gabungan cukup puas (40,5%), dan sangat puas (3,5%). Tidak tahu/tidak jawab (7,5%).[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya