Berita

Hadapi MEA, UKM Harus Kompetitif dan Jeli Bidik Pasar

SENIN, 13 APRIL 2015 | 17:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selain dorongan dari pemerintah dan berbagai pihak, Usaha Kecil Menengah (UKM) juga disarankan memiliki keunggulan kompetitif dan jeli membidik pasar agar bisa sukses dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun nanti.

"Dunia online membuka peluang yang sama buat siapapun untuk naik kelas. Asalkan UKM-UKM mau bekerja keras dan mempunyai kegigihan untuk berusaha mereka mempunyai kesempatan besar untuk sukses," ujar Ahmad aky, Founder sekaligus CEO Bukalapak.com dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (13/4).

Kejelian membidik pasar menjadi keunggulan kompetitif untuk sukses jualan online di e-commerce. Zaky mengaku salut dan mengakui kegigihan dan kejelian berbagai lapak UKM yang berdagang online di situs miliknya.  Seperti salah satu top seller buku, toko "Beta Buku" milik Arief Mai Rakhman yang membidik buku kuliahan sebagai jualannya di Bukalapak.com.


"Dengan menjual buku kuliahan, Arief memiliki keunggulan kompetitif. Inilah salah satu contoh kejelian membidik ceruk pasar," imbuhnya.

Di Bukalapak inilah, usaha jualan buku online yang digeluti Arief berkembang pesat. Tak butuh waktu lama, ‘toko online-nya’ bernama Beta Buku ini telah memiliki lebih dari 1400 jumlah feedback dengan lebih dari 4000 judul buku yang telah diunggah di laman tersebut.

Fakta ini menjadikan Arief menjadi salah satu top seller berlabel ‘Juragan’ di Bukalapak dengan kategori buku. Alhamdulillah saat ini saya melayani 15-20 transaksi setiap hari dengan omzet sekitar Rp 60 juta per bulan,” aku Arief.

Arief mempunyai harapan apa yang menjadi hobinya ini bisa memberikan manfaat bagi setiap lapisan masyarakat. Apalagi, di era yang serba digitalisasi dimana e-book juga sudah banyak diperjual belikan secara online. Namun, Arief tetap yakin kalau bisnis jualan buku fisik secara online masih tetap diminati banyak orang. Karena menurutnya masih banyak yang terbiasa membaca buku secara fisik.

Karena itu, pria kelahiran Deli Serdang ini menyikapi persaingan di bisnis online-nya ini dengan memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari pengiriman dan ketersediaan buku, jumlah dan variasi judul dengan harga kompetitif dimana dirinya hanya mengambil margin per buku terbilang cukup kecil.

Di sisi lain, Arief juga memperkuat tim Beta Buku. Arief menyadari bahwa bisnis yang digelutinya tengah mengalami tren pertumbuhan positif. Kondisi ini mensyaratkan dirinya untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Dan itu berarti, dia harus meningkatkan kejeliannya menangkap peluang yang ada, selalu fokus, kreatif dan memberikan terbaik pada bisnis yang digelutinya, pelanggannya dan masyarakat sekitar.

"Ini semua untuk mewujudkan mimpi saya menjadi penjual buku online besar di Indonesia, kalau bisa sih ingin menyaingi Amazon," pungkasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya