Berita

DPR Minta Pemerintah Tetap Tempatkan Jamaah Haji di Markaziyah

MINGGU, 12 APRIL 2015 | 19:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi VIII DPR RI meminta agar jamaah haji Indonesia 2015 tetap ditempatkan di daerah Markaziyah ketika berada di Madinah. Permintaan tersebut berkenaan dengan informasi yang diterima bahwa sebagian besar pemondokan di sekitar mesjid nabawi akan diruntuhkan sebelum musim haji tahun ini.

Dengan kondisi itu, kantor urusan haji di Saudi mengkhawatirkan bahwa akan terjadi kompetisi antara Indonesia dengan negara-negara lain untuk memperebutkan pemondokan di daerah markaziyah yang masih tersisa.

"Ketika berkunjung ke Madinah, panja BPIH komisi VIII mendapatkan laporan bahwa akan ada peruntuhan beberapa hotel di sekitar mesjid. Katanya, peruntuhan tersebut seiring dengan rencana pemerintah Saudi untuk memperluas mesjid nabawi," ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (12/4).


Dikatakannya, laporan itu masih bersifat lisan. Karena itu, Komisi VIII meminta agar KUH di Saudi menyiapkan bukti-bukti tertulis tentang rencana tersebut.

Jika betul ada rencana seperti itu, kata dia, pemerintah Saudi diyakini pasti akan memberikan laporan tertulis kepada negara-negara yang jumlah jamaahnya besar seperti Indonesia. Lagi pula, rencana tersebut dinilai kurang rasional mengingat pelaksanaan haji tinggal 3 bulan lagi.

"Agar dapat kepastian, Komisi VIII meminta bukti surat atau pemberitahuan resmi dari pemerintah Saudi. Semestinya, tanpa diminta, KUH sudah mengirimkan surat ke kementerian haji Saudi untuk meminta informasi," imbuhnya.

Andaikata rencana itu memang ada, dia meminta tim KUH untuk tetap mencari pemondokan di sekitar markaziyah. Ini penting agar jamaah haji Indonesia tidak terkendala untuk melaksanakan ibadah shalat 'arbain di mesjid Nabawi.

"Namun sangat disayangkan, sampai saat ini KUH Kementerian Agama di Saudi belum melakukan verifikasi dan negosiasi kepada para pemilik pemondokan. Padahal, waktu sudah semakin dekat. Sementara, Indonesia negara paling membutuhkan mengingat jumlah jamaahnya yang sangat besar," tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya