Berita

Politik

Menantu Fahmi Idris Curiga Yusril Ihza 'Penghalang' Islah Golkar

MINGGU, 12 APRIL 2015 | 07:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi Golkar Poempida Hidayatullah curiga islah antara dua kubu yang berpolemik di partainya tidak akan terwujud karena Yusril Ihza Mahendra menjadi penasihat hukum kubu Aburizal Bakrie. Hal itu terkait rekam jejak Yusril yang pada masa awal reformasi berperan dan mendukung pembubaran Golkar.

"Jika memang Yusril masih mempunyai agenda yang sama seperti di awal reformasi jelas islah di Golkar tidak akan pernah muncul sebab agenda membubarkan/memecah belah masih ada," kata Poempida.

Poempida mengungkapkan kecurigaannya itu di dalam tulisan berjudul "Yusril dan Bubarkan Golkar". Tulisan diposting di website miliknya, nuansabaru.com, kemarin (Sabtu, 11/4).


Kecurigaan Poempida muncul setelah membaca artikel berbahasa asing berjudul "Corruption of Other Leading Politicians" yang ditulis seorang pengamat asing di Newcastel, Inggris pada 10 Maret 2001 silam. Menantu mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris itu mendapatkan artikel tersebut dari yahoo group bernama "Bubarkan Golkar".

Berikut postingan lengkap tuduhan Poempida yang beberapa waktu lalu membelot ke kubu Agung terhadap Yusril;

YUSRIL dan BUBARKAN GOLKAR

Secara tidak sengaja saya mendapatkan link grup mailing list dengan nama sebagai berikut
BUBARKAN GOLKAR-Yahoo Groups- https://groups.yahoo.com/neo/groups/bubarkangolkar/conversations/topics/195

Ternyata di dalamnya banyak menyebut-nyebut nama Yusril Ihza Mahendra, yang jika kita tidak lupa sejak zaman reformasi cukup berperan dan mendukung untuk dibubarkannya Golkar.
Ironisnya kini Yusril menjadi Pengacara Golkar kubu ARB dalam dualisme Golkar yang ada.
Solusi terbaik yang memberikan jalan tengah yang disajikan oleh Mahkamah Partai Golkar nampaknya tidak Serta merta menjadi jawaban final kisruh Golkar.
Dan kemudian berperanlah Yusril dalam masalah hukum yang pasca Keputusan Mahkamah Partai.
Jika memang Yusril masih mempunyai agenda yang sama seperti di awal reformasi jelas Islah di Golkar tidak akan pernah muncul. Karena agenda membubarkan/memecah belah masih ada.
Mudah-mudahan ini dapat menjadi catatan bagi kita semua untuk melihat kisruh Golkar dengan lebih jernih dan obyektif.

Poempida Hidayatulloh
Ketua DPP Partai Golkar.
[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya