Berita

foto: rmol

Politik

Wabup Purwakarta Berbagi Pengalaman di Malam Amal Anak Kanker

SABTU, 11 APRIL 2015 | 15:03 WIB | LAPORAN:

Kualitas kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh kemudahan akses pelayanan publiknya. Ini yang sekarang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Begitu disampaikan Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara dalam testimoninya usai menerima penghargaan Solidaritas Bangsa mewakili Bupati Purwakarta, Dedi Mulyani pada puncakTournament Golf Charity di Palm Hill Golf Sentul, Bogor, tadi malam (Jumat, 10/4).

Kegiatan ini digelar atas kerja sama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dengan Kantor Berita Politik RMOL dan Palm Hill Golf Club.


Dadan dalam kesempatan itu pun menjabarkan berbagai program pelayanan publik Pemkab Purwakarta yang sudah dan tengah berjalan hingga kini. Salah satunya, pengobatan keliling ke desa-desa.

"Kami satu minggu dua kali mengadakan pelayanan publik ke setiap desa, keliling, itu semua sampai kesehatan kambing. Jadi kami total," beber Dadan.

Sedangkan untuk menghindari peredaran makanan tidak sehat, sebagaimana masukan dari dokter, lanjut Dadan, Pemkab melarang ada pedagang berjualan di dekat sekolah-sekolah.

"Alhamdullah sekarang kosong, tak satu pun pedagang di SD, SMP, SMA karena awalnya disitu, banyak makanan yang dijual mengandung pewarna untuk mumi, jadi membahayakan," imbuhnya.

Sebagai kompensasi aturan itu, para pedagang diberi uang kerohiman berkisar 1-2 juta per orang dan para siswa diwajibkan membawa makanan racikan dari rumah. Mereka juga harus jalan kaki atau pakai sepeda tiap berangkat sekolah.

Pemkab juga menggerakkan kearifan lokal dengan melarang menanam padi dan tanaman menggunakan bahan kimia. Program ini sebagai bagian dari ketahanan pangan yang sudah berlangsung sejak empat tahun lalu di Purwakarta.

"Alhamdulillah organik nonorganik sudah selesai dan ini memberi nilai ekonomi bagi petani, berasnya lebih mahal dan diterima. Ini kami lakukan untuk kesehatan," jelasnya.[wid] 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya