Berita

Senator: Terkait Dana Pilkada Serentak, KPU-Pemda Harus Sinergis

RABU, 08 APRIL 2015 | 20:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada Desember 2015 akan menjadi terobosan baru dalam sistem politik Indonesia.

Pilkada serentak Desember 2015 yang menurut surat Mendagri No.270/7588/Sj akan diikuti oleh 8 provinsi, 170 kabupaten dan 26 kota, akan menjadi tolak ukur bagi sukses atau tidaknya penyelenggara pilkada serentak pada tahun berikutnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Fachrul Razi, saat memimpin rapat kerja Komite 1 DPD RI dengan KPU, Dirjen Kesbangpol dan Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri di Aula Rapat Komite 1, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakart, Rabu (8/4).


"Penyelenggaraan pilkada secara serentak akan menjadi solusi alternatif untuk berbagai persoalan yang terjadi dalam pilkada selama ini. Sistem pilkada serentak diharapkan dapat meminimalisir angka kecurangan seperti politik uang dan dapat melakukan efesiensi biaya pilkada," paparnya.

Fachrul Razi yang juga Ketua Pokja Pilkada DPD RI mengingatkan penyelenggara pemilu bahwa ada daerah yang sampai hari ini belum memiliki anggaran untuk penyelenggaraan pilkada. Ini terjadi karena masa jabatan kepala daerah baru berakhir 2016 dan kepala daerah belum memanfaatkan APBD.

"KPU bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggara pilkada serentak. Koordinasi KPU dengan Pemerintah Daerah terkait anggaran penyelengaraan pilkada harus sinergis mengingat kegiatan pilkada serentak Desember 2015 dibebankan pada APBD," paparnya.

Menyangkut calon petahana, senator asal Aceh itu berharap KPU berhati-hati dalam membuat klasifikasi. Hal tersebut akan berkibat fatal karena dapat membelenggu hak warga negara untuk memperoleh hak yang sama dalam pemerintahan.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya