Berita

Politik

Tommy Soeharto: Golkar Bukan Warisan yang Bisa Dibagi-bagi Seenaknya

RABU, 08 APRIL 2015 | 06:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Akun Facebook yang mengatasnamakan putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, ikut berkomentar soal konflik dualisme kepengurusan Partai Golkar. Tommy berpandangan berlarut-larutnya konflik terjadi akibat kedua belah pihak mementingkan kepentingan pribadinya masing-masing.

"Tidak ada halangan untuk kembali berkumpul membenahi Partai Golkar jika masing2 pihak mau melepaskan sejenak kepentingan dan ego pribadi..." kata Tommy melalui akun Facebook-nya, Selasa 7 April 2015. "Partai adalah wadah pemersatu bukan pemecah, ayo beri masyarakat contoh cara berpolitik yang santun dan berkarakter."

Tommy mengimbau kedua kubu, baik Aburizal Bakrie maupun Agung Laksono, untuk menjaga kepentingan dan wibawa partai. Dengan menjaga wibawa partai berarti juga menjaga wibawa kader.


"Buktikan kelayakan anda jika ingin dipandang layak," kata Tommy. "Saya tidak berhak menentukan kelayakan pemimpin partai namun saya tidak akan biarkan jika Partai Golkar dibuat tidak layak tanpa kejelasan."

Belum 20 jam postingan Tommy ini mendapat tanda jempol atau like sebanyak 1.711 orang dan ratusan komentar. Dalam akun bernama Hutomo Mandala Putra itu, Tommy juga berharap pihak-pihak eksternal Golkar tidak ikut memperkeruh suasana.

"Tidak ada yang mutlak selagi proses masih berjalan. Camkan baik2 Partai Golkar bukan warisan yg bisa dibagi bagi seenaknya tapi titipan. Titipan itu amanah, menyia-nyiakan amanah adalah bentuk khianat!" seru Tommy lagi.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya