Berita

ilustrasi/net

Bisnis

RCTI Kuasai Pasar, Sampoerna Top Spending

SENIN, 06 APRIL 2015 | 20:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wajah marketing iklan di media televisi tetap menarik. Di kuartal pertama 2015, RCTI menguasai pasar dengan total pendapatan kotor sekitar Rp 2,03 triliun, disusul SCTV dengan pendapatan sekitar Rp 1,99 triliun, sedangkan tempat ketiga MNC TV dengan nilai sekitar Rp 1,59 Triliun.

Dari sisi sebaran, tidak ada yang dominan menguasai pasar. Diantara 13 stasiun teve terestrial menghasilkan pendapatan kotor mencapai Rp 13,5 triliun. RCTI mendapat kue iklan sebesar 14,85%, tak beda jauh dengan SCTV sebesar 14,71% diikuti di posisi ketiga oleh MNC TV yang mendapat porsi 11,69%, ANTV 11,09% dan Indosiar 10,21%.

Demikian hasil riset AdsTensity terhadap iklan tv komersial (TVC) selama kuartal pertama 2015. Perekaman dilakukan AdsTensity terhadap seluruh iklan televisi di 13 stasiun utama (mianstream) antara lain RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, KompasTV, TV Net, dan TVRI.


"Untuk brand yang melakukan investasi (spending) terbesar tercatat Sampoerna Mild dengan spending sekitar Rp 223,8 miliar, lalu Pond’s Acne Clear sebesar Rp 192,8 miliar," demikian tertulis dalam keterangan pers AdsTensity yang diterima redaksi, Senin (6/4).

AdsTensity merupakan pruduk dari PT. Sigi Kaca Pariwara yang berfokus di data riset komersial iklan komersial. PT Sigi Kaca Pariwara merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha data media mining PT Binokular Media Utama yang berdiri sejak tahun 2010 lalu.

Spending terbesar ketiga ditempati oleh susu Frisian Flag senilai Rp 187,6 miliar. Posisi keempat adalah Mie Sedaap Rp 157,8 miliar kemudian Dettol sebesar Rp 121,7 miliar di nomor lima. Sampoerna menempati posisi paling besar spendingnya dengan menggelontorkan dana di dua bulan terakhir, yakni Februari-Maret sebab bulan Januari hanya Rp 29 miliar atau sekitar 12%. Yang konsisten masuk 10 besar selama kuartal pertama adalah brand Mie Sedaap dan Frisian Flag.

Dari hasil perekaman juga diketahui, mekipun brand rokok menduduki posisi paling tinggi dalam belanjanya, namun justru lini industri personal care seperti perawatan tubuh dan rambut menduduki posisi teratas dengan belanja total mencapai Rp 2,6 triliun. Di posisi kedua ditempati household (FMCG jenis tisu, obat nyamuk, penyegar dan lain-lain) senilai Rp 1,01 triliun, sedangkan di posisi ketiga ditempati industri otomotif dengan total belanja sekitar Rp 441,5 miliar. Belanja iklan yang besar selanjutnya industri telekomunikasi, kemudian computer dan gadget.

Untuk program acara yang paling banyak menyedot brand untuk memasang iklan TVC adalah program Sinetron SCTV di peringkat teratas dengan pendapatan sekitar Rp 706 miliar pada kuartal pertama 2015, tempat kedua Layar Drama Indonesia (RCTI) senilai Rp 647,6 miliar, ketiga Animasi Spesial (MNC TV) senilai Rp 507,5 miliar, diikuti Diterong Show (Indosiar) Rp 302,4 miliar dan Big Movies Platinum (Global TV) Rp 228,18 miliar.

AdsTensity adalah aplikasi untuk membaca pergerakan iklan secara kuantitatif di seluruh televisi, baik di terestrial, digital, maupun streaming. Dalam pengembangan phase pertama masih dikenakan untuk free to air televisi station utama di Indonesia. Sementara beberapa customer sudah melakukan untuk televisi utama juga.

"Dengan demikian, para pemilik brand dalam berbelanja, akan bisa mengukur ROI secara lebih bagus, dengan membandingkan nilai investasi dengan rating yang dihasilkan selama ini," ujar Direktur Sigi Kaca Pariwara, Sapto Anggoro.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya