Berita

joko widodo/net

Politik

Lima Bulan Memimpin, Jokowi Beri Tiga Kejutan Bagi Masyarakat Transportasi

JUMAT, 03 APRIL 2015 | 19:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lima bulan sudah Presiden Joko Widodo mengemban amanah rakyat memimpin Indonesia. Jakarta Transportation Watch (JTW) memberi nilai c alias cukup atas kepemimpinan Jokowi di usianya yang seumur jagung itu.

"Kami berpendapat sejauh ini pemerintahan Jokowi mendapatkan nilai C, yaitu cukup untuk membuat rakyat terkejut dan pasrah. Ada tiga kebijakan Jokowi yang mengejutkan bagi masyarakat kaitannya dengan transportasi publik dan keperluan primer masyarakat," ujar Ketua JTW Andy William Sinaga kepada redaksi, kemarin.

Kebijakan pertama menaikan harga BBM. Terakhir kali Jokowi menaikan harga BBM bersubsidi pada 28 Maret 2015 dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.300 per liter, solar dari Rp 6.400 menjadi Rp 6.900. Kebijakan ini menurut Andy, memberikan efek domino bagi masyarakat berupa kenaikan ongkos transportasi publik, kenaikan tarif dan jasa logistik atau pengiriman barang yang muaranya berdampak pada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, ikan, sayuran, susu dan kebutuhan tertier di masyarakat kecil menengah yang pada saat Pilpres mayoritas memilih Jokowi.


Kejutan kedua, Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden No 39 Tahun 2015 Tentang Kenaikan Tunjangan Fasilitas Uang Muka Pembelian Kendaraan Bagi Pejabat Negara. Peraturan ini dikeluarkan Jokowi pada tanggal 15 Maret 2015.

"Kebijakan ini membuka peluang bagi para pejabat negara untuk membeli kendaraan baru sehingga berkontribusi pada peningkatan kemacetan jalan-jalan di ibukota," papar Andy.

Kejutan ketiga, mulai tanggal 1 April 2015 masyarakat pengguna kereta api kelas ekonomi harus terkejut dengan kenaikan harga tiket. Sebelumnya ongkos transportasi murah meriah ini digadang-gadang sudah mendapat subsidi dari Public Service Obligation (PSO), tapi harga tiket tetap dinaikan sebagai efek dari kenaikan harga BBM.

"Selain itu tarif tol juga naik dikarenakan penambahan PPN. Dengan begitu ongkos kendaraan umum akan ikut naik akibat penyesuaian kenaikan tersebut," tukas Andy, sembari menyayangkan DPR dan DPD tidak mengkritisi kebijakan mengejutkan hadiah dari Jokowi untuk rakyat ini. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya