Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi, Kembalikan Penegakkan Hukum Pro Rakyat

KAMIS, 02 APRIL 2015 | 18:05 WIB | LAPORAN:

Masyarakat berharap besar kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat menegakkan hukum seadil-adilnya. Hal ini sebagaimana poin yang tercantum dalam Nawacita tentang penegakan hukum dan menolak negara lemah.

Demikian disampaikan pakar hukum, Hermansyah dalam dialog publik bertema 'Menolak Negara Lemah, Hukum Sebagai Panglima' yang digelar oleh Laskar Nawacita  di Newseum, Jakarta Pusat (Kamis, 2/4).

"Di balik harapan dan ekspektasi itu, ternyata masyarakat melihat sekarang ini pertarungannya bukan lagi di hukum tapi kepentingan politik dan penegakan hukum dewasa ini saling tarik-menarik," ujarnya.


Hermansyah menambahkan, selama pemerintahan Jokowi-JK, kepentingan selalu dimenangkan ketimbang dari penegakan hukum itu sendiri. Jika ini terus dibiarkan dimana politik selalu dimenangkan dalam penegakkan hukum, maka berbahaya.

Untuk itu, tantangan pemerintahan Jokowi-JK saat ini dalam upaya penegakan hukum, menurut Hermansyah yang juga dosen pasca sarjana universitas Tanjungpura Kalimantan Barat, adalah mereposisi kembali konsep negara hukum yang benar sesuai dicita-citakan oleh Founding Fathers.

"Bagaimana hukum relasinya dengan tujuan negara kita, bagaimana penegakan hukum yang tercipta mampu mensejahterakan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan berbangsa," tegasnya.

Sejatinya, jelas dia, hukum tidak mencerminkan kepada kepentingan elitis tertentu. Hukum harus menceminkan kepada kepentingan negara maupun rakyatnya bukan elit.

"Ini tantangan berat bagi pemerintah Jokowi, saya berharap pemerintah bisa mengembalikan penegakan hukum yang berpihak kepada rakyat," pungkasnya.[wid]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya