Berita

pgn

Hukum

PGN akan Dilaporkan ke Kejagung terkait Mafia Migas

SELASA, 31 MARET 2015 | 10:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) dalam minggu ini akan dilaporkan ke Kajaksaan Agung terkait laporan adanya mafia migas di BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi itu.

Pelapornya adalah Posko Relawan Rakyat (Pos Raya) dan Energy Watch Indonesia.

Ketua Umum DPP Pos Raya, Ferdinandus Semaun mengatakan praktek mafia yang terjadi di PGN ini mengakibatkan kerugian negara hingga triliunan rupiah.


Jelas Ferdinandus, beberapa kasus yang akan dibongkar antara lain kasus pembangunan Floating Storage Regatification Unit (FSRU) Lampung dan Area Shale Gas Fasken di Swift Energy Company senilai 175 juta dolar AS di Amerika Serikat.

"PGN seharusnya kan perusahaan hilir, tapi sebaliknya hulu ekspansi ke hilir. Harusnya dana 175 juta dolar AS digunakan untuk memperkuat sektor hilir, malah digunakan untuk investasi sektor hulu," sebut dia saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta, kemarin (Senin, 31/3).

Dari investasi yang salah sasaran ini, lanjut Ferdinandus, ini termasuk proyek akal-akalan. Karena investasi ini tidak menguntungkan negara, malah merugikan negara.

Tarakhir, ia meminta Presiden Joko Widodo untuk segera menuntaskan dan membongkar praktrek mafia migas di Indonesia.

"Kami mohon Presiden Jokowi untuk dapat membongkar praktek mafia migas yang ada di PGN," tukas Ferdinandus. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya