Berita

Sosialisasi Mitigasi Bencana Lewat Khutbah Top Juga

SENIN, 30 MARET 2015 | 08:07 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja Manajemen Penanggulangan Bencana ke Provinsi Sumatera Barat pada 26-28 Maret 2015 lalu.

Sumbar merupakan salah satu provinsi yang jika dilihat dari indeks rawan bencana yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut mengingat di provinsi ini memiliki kondisi geografis yang mudah sekali terkena gempa. Selain itu, terdapat lima gunung api aktif (Gunung Merapi, Talamau, Talang, Tandikem, dan Kerinci).

Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid mengatakan, semakin besar negara maka akan semakin kuat tatanan sosial dan ketahanannya dalam menghadapi bencana.


Tujuan dari kunjungan kerja ke Sumbar adalah untuk melihat kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar dalam penanggulangan kebencanaan yang didorong oleh realitas di atas.

"Selain pendekatan modern kebencanaan yang secara legal ditangani oleh BNPB dan BPBD, perlu juga melibatkan peran ulama. Karena bencana bukan semata faktor alam tetapi juga dari aspek perbuatan manusia, termasuk di dalamnya tingkat kemaksiatan," imbuh Sodik dalam keterangannya, Senin (30/3).

Mengenai peran ulama dalam sosialisasi mitigasi bencana, Plt Kepala BPBD Provinsi Sumbar mengatakan bahwa pihaknya sangat memahami pentingnya aspek tersebut. Bahkan, BPBD Provinsi Sumbar sudah bekerja sama dengan para profesor, cendekiawan, dan tokoh masyarakat yang ada di Sumbar untuk menuliskan materi Sosialisasi Mitigasi Bencana melalui khotbah.

"Kami sudah mewujudkan hal tersebut. Pada tahun 2014 kami undang para profesor dan tokoh masyarakat untuk membuat materi khotbah berisi mitigasi bencana," ungkap Kepala BPBD Sumbar.

Buku Mitigasi Bencana yang dimaksud berjudul "Khutbah Mitigasi Bencana: Bangkit dari Ujian" yang dicetak pada tahun 2014 oleh BNPB. [rus]

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya