Berita

foto:rmol

KOPRI PB PMII: Perempuan Punya Hak Sama!

MINGGU, 08 MARET 2015 | 11:43 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Memperingati Hari Perempuan Internasional hari ini, organisasi Cipayung Plus yang terdiri dari KOPRI PB PMII, KOHATI PB HMI, IMAWATI DPP IMM, dan
DPP GMKI melakukan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat (Minggu pagi, 8/3).

Aksi yang dimulai pukul 07.00 ini dimulai dengan berjalan mengelilingi Bundaharan HI, sekaligus menyerukan "Stop Kekerasan Terhadap Perempuan", serta membagikan stiker kepada seluruh pengunjung car free day.

Sekretaris Bidang Kaderisasi KOPRI PB PMII Ayu Mega Sari, menuturkan aksi ini dilakukan tidak hanya semata-mata untuk memperingati hari perempuan sedunia, tetapi juga seruan agar tindakan pelecahan dan diskriminasi terhadap perempuan dihentikan.

Sekretaris Bidang Kaderisasi KOPRI PB PMII Ayu Mega Sari, menuturkan aksi ini dilakukan tidak hanya semata-mata untuk memperingati hari perempuan sedunia, tetapi juga seruan agar tindakan pelecahan dan diskriminasi terhadap perempuan dihentikan.

"Saat ini masih banyak ditemui kasus pelecehan seksual, kekerasan, KDRT yang korbannya itu adalah perempuan. Karena itu saat ini juga kita serukan stop kekerasan terhadap perempuan," ujar Ayu dalam orasinya.

Dalam aksi ini Organisasi Cipayung Plus, khususnya KOPRI PB PMII, berjanji tidak akan berenti menyuarakan dihentikannya kekerasan terhadap perempuan, dan bagaimana membangun sebuah gerakan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

"Perempuan itu punya hak sama, kita tidak ingin angka kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan meningkat. Hidup perempuan!" imbuh Ayu.

Aksi yang diikuti oleh OKP perempuan ini pun memberikan rekomendasi kepada elemen masyarakat yang antara lain stop kekerasan terhadap perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial, budaya, dan agama.

Menyerukan pentingnya mendorong perlindungan perempuan, khususnya perempuan buruh migran dari kekerasan berbasis gender dan trafficking, dan menghimbau kepada pers dan media baik cetak maupun elektronik agar mengurangi tayangan yang bersifat mengeksploitasi tubuh perempuan.

Aksi damai ini pun diakhiri dengan membubuhkan tanda tangan bersama dan menyerukan Stop Perkosaan dan Hentikan Terhadap Perempuan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional 2015. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya