Berita

ilustrasi

Dunia

Wajah Dubes AS di Seoul Ditusuk Pisau

Presiden Korsel Kaget dan Malu
SABTU, 07 MARET 2015 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Korea Selatan (Korsel) Mark Lippert harus menjalani operasi selama 2,5 jam dan 80 jahitan di wajahnya. Insiden ini akibat tusu­kan pisau pada wajahnya saat berbicara di pusat kebudayaan Sejong Art Centre, Seoul.

Lippert (42) hadir untuk me­nyampaikan pidato mengenai prospek perdamaian di Semenanjung Korea. Tiba-tiba, Kim Ki-jong (55) berdiri dari kursi dan menusukkan pisau sepanjang 25 cm ke wajahnya. Menurut Michael Lambrau dari Arirang Institute, Lippert sempat melawan saat diserang.

Dia meninggalkan bercak darah di mana-mana saat men­coba m terang Lambrau.


Lippert segera dilarikan ke rumah sakit, Yonsei University's Severance Hospital. Sedangkan Kim diamankan aparat.

"Saya dalam kondisi stabil dan luka saya tidak membahayakan nyawa," ujar Lippert pasca operasi. Menurut tim dokter, Lippert mendapatkan luka saya­tan dalam sepanjang 11 cm. Sedikit sayatan juga membuat luka lengannya. Untuk penyembuhan, Lippert akan dirawat paling lama empat hari.

Dewan Rekonsiliasi dan Kerja Sama Korea yang menggelar acara tersebut, meminta maaf atas lemahnya pengamanan. Presiden Korsel Park Geun-hye mengaku kaget dan merasa malu. Dia mengecam penyeran­gan itu dan mengutuk Kim yang dianggap sudah merusak aliansi Seoul dengan Washington.

"Insiden itu tidak bisa ditoleransi Sebab, tidak hanya menyerang fisik Duta Besar Lippert, melainkan juga menghancurkan aliansi Korea Selatan," geram Park.

Pihak Washington juga lang­sung menanggapi insiden ini. Gedung Putih juga menyam­paikan kecaman. "Kami benar-benar mengutuk serangan ini," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf.

Presiden AS Barack Obama menghubungi Lippert untuk menanyakan kondisinya secara langsung. Lippert pernah men­jadi ajudan Obama.

Kim merupakan aktivis yang mendorong upaya menyatukan Korsel dan Korea Utara. Kepada polisi, Kim mengaku sudah merencanakan aksinya sejak 10 tahun lalu. Dia khawatir, latihan militer gabungan AS dan Korsel dapat memicu kemarahan Korut, yang rentan berujung pada meletusnya perang. Latihan perang AS-Korsel ini mendapatkan protes di Seoul.

Kim pernah diamankan pihak berwenang. Pada 2010, dia melempari Dubes Jepang untuk Korsel Toshinori Shigei dengan batu beton.

"Kami menahan dan memeriksanya karena penyerangan ser­ta perbuatan lainnya," terang Kepala Kepolisian Distrik Yoon Myung-soon. Kepolisian Seoul berencana melakukan tes ke­jiwaan untuk memastikan ke­warasan Kim. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya