Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Korea Selatan (Korsel) Mark Lippert harus menjalani operasi selama 2,5 jam dan 80 jahitan di wajahnya. Insiden ini akibat tusuÂkan pisau pada wajahnya saat berbicara di pusat kebudayaan Sejong Art Centre, Seoul.
Lippert (42) hadir untuk meÂnyampaikan pidato mengenai prospek perdamaian di Semenanjung Korea. Tiba-tiba, Kim Ki-jong (55) berdiri dari kursi dan menusukkan pisau sepanjang 25 cm ke wajahnya. Menurut Michael Lambrau dari Arirang Institute, Lippert sempat melawan saat diserang.
Dia meninggalkan bercak darah di mana-mana saat menÂcoba m terang Lambrau.
Lippert segera dilarikan ke rumah sakit, Yonsei University's Severance Hospital. Sedangkan Kim diamankan aparat.
"Saya dalam kondisi stabil dan luka saya tidak membahayakan nyawa," ujar Lippert pasca operasi. Menurut tim dokter, Lippert mendapatkan luka sayaÂtan dalam sepanjang 11 cm. Sedikit sayatan juga membuat luka lengannya. Untuk penyembuhan, Lippert akan dirawat paling lama empat hari.
Dewan Rekonsiliasi dan Kerja Sama Korea yang menggelar acara tersebut, meminta maaf atas lemahnya pengamanan. Presiden Korsel Park Geun-hye mengaku kaget dan merasa malu. Dia mengecam penyeranÂgan itu dan mengutuk Kim yang dianggap sudah merusak aliansi Seoul dengan Washington.
"Insiden itu tidak bisa ditoleransi Sebab, tidak hanya menyerang fisik Duta Besar Lippert, melainkan juga menghancurkan aliansi Korea Selatan," geram Park.
Pihak Washington juga langÂsung menanggapi insiden ini. Gedung Putih juga menyamÂpaikan kecaman. "Kami benar-benar mengutuk serangan ini," tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf.
Presiden AS Barack Obama menghubungi Lippert untuk menanyakan kondisinya secara langsung. Lippert pernah menÂjadi ajudan Obama.
Kim merupakan aktivis yang mendorong upaya menyatukan Korsel dan Korea Utara. Kepada polisi, Kim mengaku sudah merencanakan aksinya sejak 10 tahun lalu. Dia khawatir, latihan militer gabungan AS dan Korsel dapat memicu kemarahan Korut, yang rentan berujung pada meletusnya perang. Latihan perang AS-Korsel ini mendapatkan protes di Seoul.
Kim pernah diamankan pihak berwenang. Pada 2010, dia melempari Dubes Jepang untuk Korsel Toshinori Shigei dengan batu beton.
"Kami menahan dan memeriksanya karena penyerangan serÂta perbuatan lainnya," terang Kepala Kepolisian Distrik Yoon Myung-soon. Kepolisian Seoul berencana melakukan tes keÂjiwaan untuk memastikan keÂwarasan Kim. ***