Berita

65 Ribu Rumah di Banyumas Masih Belum Dialiri Listrik

MINGGU, 01 MARET 2015 | 05:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dari sekitar 418.464 rumah di Kabupaten Banyumas, baru 353.271 rumah atau 84,42 persen persen yang sudah menikmati jaringan listrik. Itu artinya, terdapat 65.193 rumah belum menikmati listrik dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banyumas, Anton Adi Wahyono mengatakan, rasio elektrifiaksi (RE) Kabupaten Banyumas sebesar 84,42 persen itu sudah melampaui RE nasional sekitar 82 persen. Sementara untuk RE Jawa Tengah hingga saat ini mencapai 86 persen.

"Target nasional nya 90 persen pada tahun 2016 dan 100 persen pada tahun 2020 nanti," terang Anton seperti dikutip Radar Banyumas (JPNN Group) Minggu (1/3).


Sementara itu, lanjut Anton, kenaikan per tahun di Banyumas baru mencapai 3 persen atau sekitar 12 ribu rumah.

"Masih jauh dibanding kenaikan secara nasional yang mencapai 8 persen," lanjutnya.

Menurut Anton, ada beberapa kendala yang menghambat distribusi listrik, salah satunya yakni letak geografis. Beberapa daerah terletak di kawasan terpencil dan pegunungan. Namun, data yang ada memang dapat berubah-ubah karena ada terus terjadi perubahan di lapangan.

"Biasanya rumah yang jauh dari tetangga membuat jaringan atau sambungan sendiri dengan kabel kecil, sementara datanya belum masuk ke kami. Untuk tahun ini semoga ada perubahan," ungkapnya.

Selain itu, kendala lainnya yang menghambat yakni masih terbatasnya investasi listrik. Dimungkinkan, hal ini terjadi karena asumsi keuntungan yang masih rendah. Sementara, disini baru memiliki beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang hanya dapat memenuhi satu kawasan yang terdiri dari seratusan rumah saja.

"Kita sangat membutuhkan pembangkit listrik yang besar sehingga dapat mengaliri listrik seluruh warga tanpa bergantung dengan daerah lain. Semoga proyek PTLPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Baturraden segera selesai dan dapat dinikmati listriknya oleh masyarakat," ujarnya

Khusus untuk daerah yang sulit terjangkau, akan diupayakan pembangkit listrik mikro hidro atau PLTA mini. "Beberapa desa sudah memasangnya seperti Desa Kalisalak, Sokawera, Gunung Lurah, dan Sambirata di Kecamatan Cilongok," tandasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya