Berita

ilustrasi

Pedagang Pasar Minta Pemerintah Segera Atasi Darurat Beras

RABU, 25 FEBRUARI 2015 | 06:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dan konkret sebagai upaya menahan laju kenaikan harga beras serta kelangkaannya di pasaran.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Litbang dan Program DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Ihsan Jauhari dalam keterangan persnya (Rabu, 25/2).

"Ini harus diselesaikan dengan langkah menyeluruh. Untuk itu kami meminta semua pihak yang berkepentingan khususnya pemerintah wajib bekerja maksimal dalam menanggulangi permasalahan ini," tegasnya.


Artinya, Kementan, Bulog, Kemendag, Kemenhub dan Polri harus bersinergis dalam mensiasati permasalahan beras ini. Baik dalam menanggulangi situasi kelangkaan beras maupun mengatasi kenaikan harga yang kian tinggi dalam beberapa hari ini.

"Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut 'isi perut' sebagian besar masyarakat  Indonesia yang menjadikan beras sebagai bahan makanan pokok," tegasnya.
 
Dia menjelaskan, Pemerintah jangan hanya bisa menuding spekulan sebagai pihak yang mengambil keuntungan dalam situasi ini tanpa ada langkah nyata dan tegas dalam menindak mereka.

"Tangkap dan beri sanksi hukum agar jera, karena kita jarang sekali melihat ada oknum spekulan yang dihukum. Jangan sampai ulah segelintir oknum tersebut menjadi tudingan kepada semua pedagang. Jika persoalan pada jalur distribusi maka harus ada evaluasi di bidang transportasi," katanya lagi.
 
DPP IKAPPI juga mengingatkan agar situasi ini jangan dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk membuka kran impor beras. Kami Menolak rencana Pemerintah untuk mengimpor beras tanpa memberi penjelasan yang komprehensif serta tidak memberi solusi untuk mengatasi persoalan diatas.

"Pemerintah jangan hanya mengambil jalan pintas tanpa memikirkan effectnya terhadap pedagang dan petani. Persoalan kelangkaan ini bukan sekali ini terjadi tetapi pemerintah sepertinya 'gagap' dalam menghadapi  kelangkaan. Oleh karena itu kami meminta pemerintah untuk lebih serius dalam menghadapi situasi ini," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah sendiri yakin bulan depan harga akan kembali normal karena memasuki masa panen raya. Untuk menjaga kesejahteraan petani, pemerintah tidak mau ada beras impor masuk ke pasar.

"Presiden berkomitmen agar panen raya tidak ada masuk beras impor, sehingga harga beras kita anjlok,” jelas Mensesneg Pratikno di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (24/2). [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya