Berita

jenderal tni moeldoko/net

Panglima TNI: Menwa Komponen Cadangan yang Harus Siap Bela Negara

MINGGU, 22 FEBRUARI 2015 | 00:43 WIB | LAPORAN:

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko membuka Seminar dan Dialog Pemantapan Wawasan Kebangsaan VII yang diselenggarakan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI). Acara berlangsung di Gedung Srijaya Surabaya, Sabtu sore (21/2).
 
Jenderal TNI Moeldoko yang juga tampil sebagai Keynote Speaker pada seminar tersebut menegaskan bahwa Resimen Mahasiswa (Menwa) adalah komponen cadangan.

Ia mengatakan itu karena Menwa pernah dilatih sedemikian rupa dan dipersiapkan dengan baik oleh prajurit-prajurit TNI. Karena itu ia berpendapat Menwa memiliki disiplin yang baik, tanggung jawab yang baik dan loyalitas kepada negara.
 

 
"Jika suatu saat negara menghadapi ancaman invasi negara luar, maka Menwa sebagai komponen cadangan harus siap membela bangsa dan negara," ujar Panglima TNI.
 
Ditambahkan Panglima TNI, tinggal satu persoalan masih menggantung yaitu Undang-Undang Komponen Cadangan yang belum diresmikan. Bila Undang-Undang Komponen Cadangan telah diresmikan maka Menwa adalah komponen cadangan yang tugasnya memperkuat komponen utama (TNI).

Lebih lanjut Panglima mengatakan bahwa komponen pendukung adalah seluruh sumber daya nasional yang terinventarisasi. Jadi, semua warga negara akan berkontribusi dalam sistem pertahanan negara.

Pada kesempatan tersebut, Ketua IARMI, Dr. MS. Kaban, SE, M.Si, menyampaikan bahwa yang hadir pada seminar tersebut adalah perwakilan dari 29 provinsi di seluruh Indonesia. Menurut dia, semangat IARMI akan semakin berkobar karena Panglima TNI berkenan menghadiri acara tersebut.

Seminar yang mengangkat tema "Peran serta sipil dalam bela negara" dihadiri pula oleh Aslog Panglima TNI Marsda TNI Karibiyama, Aster Panglima TNI  Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Pangarmatim Laksda TNI Darwanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf dan Dewan Pakar IARMI Dr. KPHA. Tjandra Sridjaja. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya