Berita

johan budi sp/net

Hukum

Johan Budi Masih Belum Mau Bicara Kasus

KAMIS, 19 FEBRUARI 2015 | 15:42 WIB | LAPORAN:

Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Pribowo belum mempunyai ancang-ancang untuk membahas masalah kasus.

Perkara-perkara di KPK baru akan dibicarakannya ketika dia sudah dilantik oleh Presiden Jokowi bersama dua Plt pimpinan lain, yakni Taufiqurrahman Ruki dan Indrianto Seno Aji.

"Mungkin nanti bisa disampaikan setelah resmi," terang Johan Budi, Kamis (19/2).


"Saya tentu nggak bisa bicarakan tindak lanjut sebelum kami berkumpul lima pimpinan karena kerja di KPK harus semua pimpinan," sambung Johan Budi, menambahkan.

Johan pun enggan berspekulasi dini saat kembali disinggung hal tersebut. Yang jelas, kata Johan, sejumlah langkah Presiden Jokowi terkait upaya untuk menghentikan kisruh KPK-Polri yang belakangan semakin keruh itu telah tepat.

"Apa yang dilakukan pak Presiden Jokowi tentu harus diapresiasi. Cepat dan konkrit," terang dia.

Setelah beberapa waktu sempat terkatung-katung, Presiden Jokowi akhirnya mengambil sejumlah langkah strategis terkait polemik KPK-Polri. Diantaranya, membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, menonaktifkan dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, serta menunjuk tiga Plt Pimpinan KPK.

Polemik dua institusi penegak hukum itu sendiri mencuat pasca KPK menetapkan Calon tunggal Kapolri, Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka. Setelah itu, dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai terangka oleh pihak Kepolisian.

"Sejak awal saya sampaikan, yang lebih penting buat saya pribadi adalah menyelamatkan lembaga dan ini harus ada tindakan segera dari presiden. Ini pak presiden Jokowi sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan lagi kalau saya bisa sebut carut marut selama ini, terutama seolah-olah ada persoalan lembaga Polri denga KPK," imbuh Johan.

Johan sendiri meyakini langkah yang dilakoni Presiden Jokowi salah satunya untuk memberbaiki hubungan baik antara Polri dengan KPK.

"Apapun keputusan pak Presiden Jokowi tentu pak presiden lebih tahu dan saya yakin ini langkah yang dilakukan presiden Jokowi pasti tujuannya adalah untuk kembalikan lagi, terutama menurut saya hubungan baik antara Polri dengan KPK," pungkas Johan.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya