Berita

Buya Syafii: BKKBN harus Dipimpin Petarung dan Taat Hukum

RABU, 18 FEBRUARI 2015 | 17:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) butuh pimpinan tangguh, petarung yang menguasai lapangan dan juga taat aturan.

Pasalnya, jika lembaga tersebut dipimpin orang yang memiliki resistensi terhadap masalah hukum dan proses seleksi pemilihan pimpinannya menyalahi aturan demi pemaksaan kepentingan kelompok, masa depan BKKBN akan dipertaruhkan.

Padahal saat ini peran BKKBN sangat strategis mengingat angka ledakan laju pertumbuhan penduduk yang semakin mengkhawatirkan.


"Apalagi laju pertumbuhan penduduk Indonesia masih sangat tinggi. Setiap tahun penduduk Indonesia bertambah empat juta jiwa. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Jangan sampai bonus demografi malah menjadi bencana,” ucap mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif saat menerima silaturahmi jajaran pegawai BKKBN di Jakarta. Rabu (18/2).

Karena itu, Buya Syafii menyayangkan langkah Kemenkes, melalui pengumuman nomor TU. 02.06/II/214/2015, melakukan open bidding atau lelang jabatan Kepala BKKBN. Menurutnya, itu berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas, Organisasi dan Hukum BKKBN Setia Edi, menjelaskan, Menteri Kesehatan tidak berwenang mengatur personalia kepegawaian lembaga BKKBN. Karena kewenangan melakukan lelang jabatan adalah wewenang pejabat pembina kepegawaian (PPK) dalam hal ini adalah Kepala BKKBN.

"Kalau menurut UU ASN (Aparatur Sipil Negara) pasal 1 poin 14, bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang berwenang mengangkat, memindahkan dan memberhentikan pegawai ASN. Jadi open bidding itu adalah kewenangan PPK (Ka BKKBN), bukan Kemenkes,” tegas Setia Edi.

Lebih jauh dia menambahkan, jika pun open bidding dilakukan untuk menentukan Kepala BKKBN, yang berhak menentukan adalah Presiden sesuai UU 52/2009 tentang Kependudukan. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya