Lomba atletik di sela-sela pertandingan sepakbola Indonesia Super League (ISL) musim 2015 dipastikan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGÂBK). Gelaran ini tidak berpenÂgaruh terhadap harga tiket.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik SeluÂruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tandjung menjelaskan, SUGBK adalah satu dari stadion yang memiliki lintasan lari yang baik. Track lari yang layak lainnya antara lain dimiliki Stadion Si Jalak Harupat (Persib), Stadion Gelora Sriwijaya (Sriwijaya FC), Stadion Aji Imbut, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Namun, Tigor belum bisa memastikan apakah atletik akan mulai tampil dalam laga PerÂsija vs Pelita Bandung Raya di SUGBK, akhir pekan ini.
"Kita masih melakukan koorÂdinasi dengan panitia. Kita lihat nanti," katanya kepada
Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Dikatakan, lomba atletik daÂlam setiap jeda laga ISL selama 15 menit tidak akan menggangÂgu jalannya pertandingan sepaÂkbola. Lantaran, atletik hanya dilaksanakan dalam kesempatan turun minum.
"Kita kan hanya menampilkan lari jarak pendek, memanfaatkan waktu sekitar 10 menit. Tidak akan mengganggu. Justru kita menghibur para penonton disela-sela jeda laga."
Tigor juga belum bisa memastikan berapa kali atletik akan tampil dalam laga ISL. "PembaÂhasan belum sejauh itu. Belum ditentukan di stadion mana dan berapa kali kami akan tampil. Masalah teknisnya sedang diÂgodok PB PASI, PSSI dan paniÂtia pelaksana klub," terangnya.
Sementara, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi lintasan atletik di enam stadion. Masalah teknis pelaksanaannya diserahkan kepada PB PASIdan panitia pelaksana klub masing-masing. "Kita siapkan tracknya. Masalah hak dan kewajiban kita serahkan kepada mereka," kata Djohar.
Dijelaskan, latar belakang kerjasama PSSIdan PASI berangkat dari semakin sedikit masyarakat yang mencintai atletik.
Padahal, kata dia, atletik merupakan cabang olahraga penyumbang emas paling banyak dibandÂing sepakbola.
Namun Djohar memastikan, adanya lomba atletik di setiap laga ISL tidak akan merugikan penggemar sepakbola. "Nggak akan ada kenaikan harga tiket laga ISL. Ada dua olahraga daÂlam satu event itu malah bagus. Kita lebih memperkenalkan masyarakat olahraga atletik," tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris JenÂdral (Sekjen) PSSI, Joko DriÂyono, mengatakan, perlombaan atletik di sela-sela pertandingan tak perlu izin AFC dan FIFA, karena merupakan hak penyelenggara pertandingan.
"Regulasi jeda 15 menit turun minum menjadi pemilik event. Contoh, jika PSSIada event dan akan diisi event lain seperti musik dan kuis itu ada kebeÂbasan," katanya.
Jokdri juga menjelaskan bahÂwa tak menutup kemungkinan perlombaan atletik ISL bakal disiarkan secara langsung di televisi. "Ini memang produk tak wajib dari PSSI, namun kami akan bicarakan lagi dengan PASI karena ini terkait sponsor."
Nantinya, PSSI akan memÂfasilitasi PB PASI untuk menyelenggarakan beberapa nomor perlombaan sprint, yaitu 600 meter, 100 meter, estafet 4x100 meter dan 4x400 meter.
Sebagai timbal balik, PB PASI juga akan menyediakan tenaga kepelatihan/instruktur bidang atletik bagi pengembangan dan pelatihan atlet maupun pelatih sepakbola Indonesia.
Ketua Umum PB PASI Bob Hasan mengatakan, jenis perÂlombaan nanti akan menyesuaiÂkan dengan fasilitas stadion yang dimiliki. Misalnya jika nanti di stadion ada lintasan lari yang berstandar internasional, maka bisa saja nanti yang bertanding adalah atlet nasional.Namun jika tidak ada, bisa memanfaatkan rumput di lapangan, namun yang berlomba adalah anak-anak SD dan SMP.
Pola menggabungkan sepak bola dan atletik ini sudah diterÂapkan Jamaika, yang antara lain melahirkan manusia tercepat di dunia, Usain Bolt. ***