Berita

menteri desa marwan jafar

Ini Langkah Menteri Marwan agar Potensi Ekonomi Desa Kuasai Pasar

JUMAT, 13 FEBRUARI 2015 | 00:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Potensi ekonomi masyarakat desa sebenarnya sudah mampu menguasai pasar di perkotaan. Namun selama ini belum digarap maksimal. Karena persoalannya, mulai dari terhambat soal infrastruktur, hingga belum dimaksimalkan secara market.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembengunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, dalam keterangan persnya, Kamis, (12/2).

Karena itu pihaknya, akan memprioritaskan pembangunan akses ekonomi perdesaan di  wilayah daerah tertinggal dan transmigrasi. Karena dengan perbaikan jalur itu, hasil unggulan desa bisa menjadi daya saing produksi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
 

 
Agar prioritas membangunan  infrastruktur ekonomi berjalan, Menteri Marwan mengatakan, peran data dan informasi tentang kondisi lokasi sangat penting dalam kerangka pengembangan wilayah. Sehingga, perlunya dibangun informasi mengenai potensi dan akses terhadap pusat-pusat pertumbuhan di perdesaan,” ujarnya.

Dikatakan Menteri Marwan lagi, saat ini pemetaan permasalah arah kebijakan kesenjangan pembangunan antar wilayah masih terkonsentrasi di Jawa, Bali, dan Sumatera. Namun pada era pemerintahan sekarang yang tertuang dalam Nawa Cita dan Nawa Kerja, akan dilakukan keberpihakan pemerintah dalam pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Khususnya pembangunan infrastruktur strategis (supply-driven) dan juga keterkaitan perdagangan antar-pulau. Salah satu Nawa Kerja prioritas adalah pembangunan infrastruktur jalan pendukung pengembangan produk unggulan untuk  5.000 desa mandiri,” ujar pria kelahiran Pati, Jawa Tengah ini.

Berdasarkan data Kementerian Desa, desa di Indonesia diperkirakan mencapai 74 ribu. Namun jumlah penduduk miskin di desa masih berkisar 19 juta orang, sedangkan di kota 11,1 juta orang. Persentase jumlah penduduk miskin di desa jauh lebih tinggi daripada di kota, yakni 14,4% berbanding 8,5%. Dan jumlah jumlah desa tertinggal saat ini mencapai 24,48% atau 18.126 desa," katanya.

Jika prioritas akses ekonomi perdesaan terbangun dengan tertata, Marwan mengatakan, maka interaksi perdagangan, persaingan usaha desa di perkotaan, dan sistem logistik yang murah, maka otomatis akan memengaruhi kehidupan masyarakat perdesaan. Dan disitulah akhirnya, proyeksi menekan angka kemiskinan dan urbanisasi akan berkurang lebih cepat,” ujarnya.

"Ini bukan kerjaan main-main. Ini sudah menjadi komitmen pemerintah yang dalam dalam Nawa Citanya, ingin membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan,” demikian Menteri Marwan. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya