Berita

Murni Bisnis, Tidak Ada yang Salah dengan Kerjasama Adiperkasa dan Proton

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 01:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat otomotif Suhari Sargo menilai tidak ada yang salah dalam aksi AM Hendropriyono melalui PT Adiperkasa Citra Lestari menggandeng Proton Holdings Berhad untuk menggembangkan otomotif nasional.

"Ini business to business antara kedua perusahaan, Proton perusahaan Malaysia dan Adiperkasa perusahaan asal Indonesia," kata Suhari kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2).

Suhari melihat Proton dan Adiperkasa hanya ingin membangun pabrik dan membuat mobil. Hal ini didasarkan penegasan Menteri Perindustrian Saleh Husin bahwa kerjasama Proton dan Adiperkasa bukan untuk memproduksi mobil nasional (mobnas).


"Jadi kesampingkan dulu (masalah) mobnas, ini bisnis to bisnis," imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Saleh Husin menyampaikan bahwa penandatangan nota kesepahaman (MoU) Proton dan Adiperkasa tidak ada kaitannya dengan mobnas.

"Itu murni sekedar kesepakatan antara private to private (B to B) saja, dan bukan keputusan pemerintah, murni bisnis," ujar Saleh

Saleh menjelaskan, MoU itu dilakukan untuk enam bulan ke depan dalam melakukan kerjasama, melakukan studi kelayakan. Dan pemerintah, ia memastikan kembali, belum ada rencana membuat program mobil nasional.

Nama Hendropriyono di industri otomotif nasional bukanlah baru. Pria yang dikenal dengan sisiran rambut klimisnya pasca pensiun menjadi tentara pernah mendatangkan mobil merek KIA ke Indonesia. Kala itu penggemar olahraga terjun payung ini memiliki asa adanya pabrik otomotif buatan Indonesia. Cita-cita ini kembali diretas dengan Proton dimana diprediksi jika terealisir bisa menampung 6 ribu tenaga kerja.[dem]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya