Berita

Ahok harus Sadar, Jangan Lagi Sombong dan Banyak Omong

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 05:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama semakin terungkap tidak punya prioritas dalam menyelesaikan problen utama yang dihadapi warga Ibukota. Terbukti, selama memimpin Jakarta sudah tiga kali terjadi banjir. Bahkan kemarin, menerjang sampai Balaikota dan Istana.

Demikian disampaikan Ketua DPP Gerindra FX Arief Poyuono menanggapi pernyataan Ahok yang berkilah banjir melanda Balaikota dan Istana karena hanya 2 dari 12 pompa air di waduk Pluit  yang berfungsi dan saat yang bersamaan tanggul penahan banjir Rob belum selesai.

"Dan yang paling hebat Ahok ngeles kalau Istana kebanjiran karena ada sabotase," ujar Arief Poyuono (Selasa, 10/2).


Dia menilai, masyarakat juga masih ingat pernyataan Joko Widodo bahwa untuk menanggulangi banjir dan macet tidak susah susah-susah amat asal APBD digunakan dengan. (Baca: Walikota Solo: Kelihatannya Nggak Sulit-sulit Amat Atasi Macet dan Banjir Jakarta)

"Nah, sekarang kita tahukan bahwa memanage Jakarta untuk meminimalkan banjir dan macet bukan hal yang susah amat seperti yang dikatakan Ahok ataupun Jokowi," sergahnya.

Ahok sangat gampang membuat alasan untuk menipu masyarakat. Dengan mudahnya mengatakan banjir karena pompa air rusak dan tidak optimal atau meyalahkan orang lain dengan mengatakan ada sabotase

"Karena itu tolong lah Ahok itu jangan omdo saja dan berprilakulah sopan bercirikan ketimuran Indonesia dalan memimpin Jakarta. Karena dari pengalaman sudah 3 kali Jakarta tengelam. Artinya Ahok itu sudah gagal dan cuma omong gede saja tanpa bukti progres penanggulangan banjr yang konkrit dalam menentukan skala prioritas dalam mengatasi problem utama ibu kota Jakarta," tegasnya.

Karena itu, dia mendorong DPRD DKI Jakarta segera membentuk Pansus. "Ini untuk meminta pertanggungjawaban Ahok terkait hanya 2  pompa penyedot air yang berfungsi dan yang lainnya tidak berfungsi," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya