Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Pakai Kapal Sendiri, Pertamina Targetkan Penghematan Rp 1,2 T

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 23:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PT Pertamina (Persero) tengah menggencarkan program marketing and operation excellence sebagai respons dari situasi industri migas dunia yang sedang mengalami turbulensi karena harga minyak mentah yang jatuh.

Salah satu sasarannya, perusahaan pelat merah itu akan melakukan penghematan dengan optimalisasi pemanfaatan kapal-kapal milik yang didukung dengan kebijakan perubahan pola pembelian impor dari semula cost and freight menjadi free on board, baik untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak mentah, maupun BBM.

Dengan kebijakan itu, Pertamina menargetkan penghematan biaya pengapalan LPG, minyak mentah, dan BBM di atas 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,2 triliun dengan mengoptimalkan penggunaan kapal milik untuk pengangkutan kargo impor.


Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir dalam siaran persnya (Senin, 9/2).

Ali mencontohkan dengan pemanfaatan Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas 2 untuk mengangkut LPG dari Uni Emirat Arab dihasilkan penghematan sebesar 23 juta dolar AS dalam setahun. Apabila VLGC Pertamina Gas 1 juga dimanfaatkan untuk hal yang sama, maka dapat dihasilkan penghematan sedikitnya dua kali lipat.

"Apabila nanti kapal milik pengangkutan minyak mentah atau BBM dioptimalkan untuk hal yang sama, maka potensi penghematannya apabila digabung dengan LPG bisa di atas 100 juta dolar AS dalam setahun,” jelasnya.

Angka ini, melampaui target awal untuk shipping excellence yang semula ditargetkan dapat menghemat sekitar 86 juta dolar AS per tahun. "Dengan semakin banyaknya kapal milik yang digunakan untuk mengangkut kargo impor akan sejalan dengan strategi menuju world class shipping," ungkapnya.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, pihaknya menyambut gembira terobosan yang cerdas dari para direksi pemasaran Pertamina yang mampu membuat perusahaan minyak pelat merah itu bisa lakukan penghemat cukup besar. "Ini terobosan yang luar biasa dan ini harus bisa dikembangkan Pertamina pada sektor sektor lain," ujarnya.

Sofyano memberi contoh, penjualan Pelumas untuk kendaraan bermotor di dalam negeri bisa menjadi ladang bisnis besar bagi pertamina. Paling tidak tersedia potensi pasar sebesar 500.000 kilo liter pelumas pertahun. Ini peluang pasar pelumas pada  kendaraan bermotor saja.

"Jika pertamina menguasai 50 persen saja , ini bisa mendongkrak laba yang cukup besar bagi  pertamina. Kuncinya Pertamina harus kreatif , berfikir cerdas dan kerja keras untuk cari peluang baru disektor hilir,” tukasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya