Berita

HUMANIKA Desak KPK Tangkap Koruptor BLBI

JUMAT, 30 JANUARI 2015 | 21:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekitar dua ratusan aktivis dari Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) menggelar unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat siang (30/1). Mereka menuntut KPK mengusut tuntas megaskandal pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara Rp 600 triliun.

"KPK, segera tangkap para koruptor BLBI seperti Anthony Salim, Sjamsul Nursalim, Usman Admadjaja, Samadikun Hartono dan lain-lainnya," kata Sekjen HUMANIKA, Sya'roni, dalam orasinya.

"Sita seluruh aset milik para koruptro BLBI," sambung dia.


Akhir-akhir ini KPK memang memanggil para saksi untuk dimintai keterangan terkait BLBI. Namun sayangnya, kata Syar'roni, langkah tersebut sangat lelet dan bahkan KPK tidak berani memanggil para koruptor BLBI. Hal ini menimbulkan kesan bahwa KPK hanya berani membongkar korupsi ecek-ecek sementara menghadapi para koruptor BLBI, minder dan tidak berdaya.

"Kami yakin seluruh rakyat akan mendukung total jika KPK berani membongkar BLBI, berani menangkap para koruptor BLBI, dan berani menyita aset koruptor BLBI," tegasnya.

Dalam aksi yang digelar menyambut 100 hari pertama Pemerintahan Jokowi-JK ini, HUMANIKA menilai ketidakberanian KPK membongkar BLBI, katanya lagi, menimbulkan keraguan bahwa KPK melakukan politik tebang pilih, cuma bermain pencitraan, dan memunculkan dugaan bahwa komisioner KPK bermain politik pemberantasan korupsi.

"Sebagai lembaga superbody dalam pemberantasan korupsi, mestinya KPK memprioritaskan megaskandal korupsi BLBI,"  tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya