Berita

PT Pertamina (Persero)

Bisnis

Pemerintah Perlu Edukasi Masyarakat Agar Beralih dari Premium ke Pertamax

Butuh Kilang Baru Agar Impor Minyak Tak Dicuri Mafia & Birokrat
SENIN, 26 JANUARI 2015 | 09:29 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) mengaku melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) karena produksi minyak dalam negeri masih jauh dari harapan. Mestinya, Pertamina bisa mem­produksi BBM sendiri dengan segera membangun kilang baru.
 
Vice President Strategic Plan­ning Business Development and Operation Risk-Refining Pertamina Achmad Fathoni Mahmud membandingkan In­donesia dengan Vietnam.

Menurutnya, Indonesia masih bisa bersaing dan mandiri dalam menyuplai kebutuhan BBM. Pasal­nya, Vietnam menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang cukup bergantung dengan negara lain da­lam memenuhi kebutuhan BBM.


Vietnam lebih parah dari Indonesia. Dia impor BBM lebih banyak dari kita. Untuk sekarang begitu. Hal ini bisa berubah jika kita tidak lakukan apa-apa,” tegas Fathoni di Jakarta, Jumat (23/1).

Namun, khusus negara-negara tetangga seperti Thailand, Malay­sia dan Australia, diakui Fathoni Indonesia masih cukup tertinggal dalam memenuhi kebutuhan BBM secara mandiri. Sebab, Indonesia hanya mampu memproduksi ke­butuhan BBM bagi masyarakat sebesar 48 persen.

BBM ini terdiri dari mi­gas, diesel, kerosine dan hanya memasok 48 persen dari total kebutuhan. Sisanya ini diperoleh melalui impor,” ungkapnya.

Dikatakan, persentase itu ber­dasarkan survei statistik di 2013. Bila tidak dilakukan tindakan dalam memperbesar porsi peran domestik dalam menyuplai kebutuhan BBM, persentase itu akan terus menurun.

Ini tantangan, prediksi di ta­hun 2025 semua akan tergantung impor. Peran domestik untuk menyuplai BBM ke masyarakat hanya 38 persen, sisanya impor. Negara kita rawan ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Center for Energy and Strategic Resources Prima Mulyasari Agustini men­gatakan, pemerintah harus men­gurangi impor premium (bensin) setelah adanya peralihan peng­gunakan premium ke pertamax.

Tren pengalihan konsumsi BBM jenis premium ke pertamax harus disikapi oleh pemerintah dengan cara mengurangi impor premium. Pasalnya, pengalihan konsumsi itu menandakan ada keinginan masyarakat untuk mendapatkan BBM yang lebih berkualitas.

Dengan mengurangi impor premium, berarti pemerintah mengarahkan masyarakat un­tuk mengonsumsi bahan bakar yang lebih berkualitas serta ikut mendidik masyarakat untuk kurang mengkonsumsi BBM yang merusak lingkungan,” jelas Prima.

Kendati begitu, pemerintah tetap harus membangun kilang-kilang baru untuk memproduksi pertamax setelah ada kecend­erungan keinginan pasar tentang bahan bakar yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Jika kilang baru terbangun, untuk konsumsi di dalam negeri selanjutnya tidak mesti disuplai oleh BBM dari luar. Atau, kita membeli minyak mentah dari luar dan mengolahnya di dalam negeri dengan menggunakan kilang sendiri,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Pusaka Trisak­ti Fahmi Habsyi meminta pemerin­tah memindahkan dana APBN ke program percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Logika yang harus dibangun saat ini adalah mengurangi im­por BBM yang dinikmati mafia minyak dan birokrat korup,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintahan saat ini tidak perlu menengok ke belakang dengan menyalahkan kebijakan pemerintahan sebel­umnya yang membiarkan impor BBM jalan terus. Itu alasan klasik,” cetus Fahmi.  ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya