Tekad Napoli mempertahankan mahkota juara Coppa Italia makin terbuka usai menyingkirkan UdiÂnese pada babak 16 besar di StaÂdion San Paolo, kemarin di hari WIB. I Partenopei menundukkan Udinese 5-4 lewat drama adu penalti, usai satu pemain lawan, Allan gagal mengeksekusi. HaÂsil ini menjadikan modal Napoli berhadapan Inter Milan di babak perempat final.
Tuan rumah dibuat kelimpunÂgan menghadapi Bianconeri-julukan Udinese. Meski tim tamu berada dalam peringkat 12 klasemen sementara tapi kemampuan bertahan dan perÂlawanan tak kalah hebatnya dari tuan rumah.
Udinese membuka keungguÂlan lebih dulu, melalui sepakan keras Cyril Thereau di menit ke-58. Napoli mampu menyamakan keadaan melalui penalti, yang sukses dieksekusi Jorginho pada menit 68.
Marek Hamsik membuka asa keÂmenangan bagi Il Partenopei melaÂlui golnya di babak tambahan, tepat di menit ke-99. Namun Le ZeÂbrette berhasil memaksakan babak adu penalti, setelah Panagiotis Kone menyetarakan keadaan menjadi 2-2 di menit 104.
Napoli akhirnya keluar seÂbagai pemenang melalui babak adu penalti, setelah kelima ekseÂkutornya sukses menceploskan bola dalam jala Simon Scuffet. Sementara Udinese tersingkir, akibat kegagalan penalti pemain pengganti, Rodrigo Aguirre.
Pelatih Napoli, Rafa Benitez menegaskan bahwa timnya memiliki teknik yang baik lebih baik dari Udinese.
"Saya melihat semua tampil baik, kami semua telah melihat semua
feedback fisikal dari skuat. Kami adalah juara Coppa Italia dan semua harus menghorÂmati itu," kata pria Spanyol itu di Football Italia.
Sedangkan, bagi pelatih UdiÂnese, Andrea Stramaccioni laga 120 menit itu merupakan performa terbaik timnya. Bagaimana tidak, mereka mampu unggul lebih dulu namun kemudian disamakan melalui eksekusi penalti, Udinese harus bermain dengan 10 orang sejak menit 68. Kalah jumlah di atas lapangan, Zebrete Cs mampu bertahan dan melawan.
Meski kalah, Starmaccioni tetap memuji penampilan skuatÂnya. Menurutnya, para pengÂgawa Udinese sudah berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan.
"Kami kecewa tersingkir, tapi saya tidak bisa meminta lebih dari pemain. Saya pikir ini adalah salah satu penampilan terbaik Udinese di musim ini," katanya.
Juru taktik berusia 39 tahun ini juga senang dengan konsentrasi timnya yang terus fokus pada pembinaan usia muda. Udinese memiliki proyek untuk memÂbangun sebagian besar pemain muda berbakat, itu merupakan proyek yang besar.†***