Berita

presiden joko widodo/net

The Economist: Kurang dari 100 Hari Pemuja Berbalik Menyerang Jokowi

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 23:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kritik terhadap gaya dan kinerja pemerintahan Joko Widodo dari luar negeri terus berdatangan. Pria yang pernah menjadi cover story Majalah Time itu kini digambarkan sebagai bintang yang mulai meredup.

Edisi Asia The Economist menuliskan, hanya kurang dari 100 hari tak sedikit relawan pemuja Jokowi yang kini berbalik menyerangnya.

Tanggal 15 Januari lalu, misalnya, kelompok pemusik yang dulu membela Jokowi menggelar demonstrasi di Gedung Komisi Pemberantasan Korups (KPK). Mereka mengecam keputusan Jokowi mencalonkan Komjen Budi Gunawan yang sejak dinilai sebagai salah satu sosok perwira polisi bermasalah.


Kelompok ini mendukung keputusan KPK menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka kasis gratifikasi.

Namun demikian, Jokowi menolak membatalkan pencalonan BG.

Bukan hanya soal pencalonan BG yang membuat pendukung Jokowi kecewa, tulis majalah ini.

Dua hari kemudian, keputusan pemerintah Indonesia menembak mati enam terpidana kasus narkoba juga mengusik rasa keadilan kalangan pendukung Jokowi.

Lima dari enam terpidana yang ditembak mati itu adalah warganegara asing, yakni Belanda, Nigeria, Malawi, Brazil dan Vietnam.

Bukan hanya pendukung Jokowi yang kecewa, pemerintah kelima negara itu pun ikut kecewa. Pemerintah Belanda dan Brazil memanggil Dutabesar mereka untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Jokowi dianggap tidak peka terhadap tata pergaulan internasional. Sikapnya dibandingkan dengan sikap Presiden SBY yang berusaha sekuat mungkin menjaga hubungan baik dan pertemanan dengan semua negara. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya