Berita

Menteri Agraria/Kepala BPN Janji Selesaikan Sengketa Tanah Karawang

JUMAT, 23 JANUARI 2015 | 16:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, berjanji akan memfokuskan penyelesaian masalah agraria, termasuk sengketa lahan seluas 350 Ha di Telukjambe, Karawang.

Hal itu ditegaskan Ferry di hadapan delegasi warga yang mewakili para korban sengketa lahan Telukjambe saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Kamis (22/1/2015) kemarin.

Puluhan warga korban sengketa lahan di Desa Wanasari, Margamulya dan Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat dengan PT Sumber Air Mas Pratama (SAMP) mendatangi kantor DPR RI. Mereka mengikuti jalannya RDP Komisi II DPR dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN terkait sengketa lahan.  


Dalam RDP itu anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Karawang, Dadang S Muchtar, memberikan berkas sengketa lahan Telukjambe kepada Menteri Ferry.

Dadang juga memutar video rekaman tindakan represif aparat Brimob saat terjadi eksekusi di lahan sengketa tersebut. Kasus sengketa ini terjadi antara warga tiga desa dan PT SAMP, yang sejak 2012 diakuisisi PT Agung Podomoro Land (APLN).

Eksekusi itu dinilai para penggiat advokasi hukum dan hak rakyat sebagai tindakan yang justru melecehkan hukum. Pasalnya, eksekusi dilakukan tanpa melewati prosedur yang semestinya serta mencaplok pula lahan yang sudah bersertifikat milik warga dan lahan yang dimenangkan warga di pengadilan. Selain itu ada lahan yang proses hukumnya sedang berjalan di pengadilan dirampas pula.

Dadang mengungkapkan, setiap bulan warga di tiga desa itu membayar pajak atas tanah tersebut dan telah memiliki bukti kepemilikan tanah yaitu sertifikat tanah dari BPN.

"Namun, permasalahan muncul ketika ada sebuah perusahaan mengklaim selaku pemilik tanah tersebut dan melakukan gugatan di Pengadilan Negeri hingga akhirnya terjadi eksekusi dan warga dipaksa meninggalkan tanah yang sudah ditempati berpuluh-puluh tahun," ungkap mantan Bupati Karawang itu.

Menurut Dadang, dalam sengketa lahan tersebut diduga telah terjadi permainan kotor dari oknum pejabat dan pengusaha yang akhirnya menyengsarakan rakyat kecil. Buktinya, ribuan aparat Brimob digunakan untuk melakukan eksekusi paksa terhadap warga.

"Hingga kini, aparat Brimob masih berjaga-jaga di atas tanah yang bersengketa itu. Sejatinya, daerah tersebut bukan merupakan daerah konflik yang mengharuskan penjagaan petugas kepolisian. Kami meminta Menteri Agararia dan Tata Ruang untuk menyelesaikan sengketa tanah di Karawang," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Ferry mengatakan pihaknya sangat menghargai informasi dan masukan yang telah disampaikan anggota DPR RI. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya akan memanfaatkan informasi tersebut untuk memperbaiki dan menyelesaikan permasalahan agraria di Indonesia," pungkas Ferry Mursyidan Baldan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya