Berita

Untuk Capai Target 20 Juta Wisatawan, Pemerintah dan Industri harus Bersinergi

RABU, 21 JANUARI 2015 | 02:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019 ke Indonesia sulit tercapai jika tanpa kerja keras dan sinergi antara pemerintah dengan kalangan industri. Bahkan harus dilakukan secara simultan antara pemasaran, pengembangan destinasi, penguatan dunia usaha serta sumber daya manusia pariwisata.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Iqbal Alan Abdullah dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI dengan kalangan industri pariwisata di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Selain Iqbal Alan Abdullah, hadir juga Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar, Managing Direktur Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Fachrul Bachri yang juga mewakili Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Wiryanti Sukamdani, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy dan lainnya.


Dalam paparannya dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya, Iqbal Alan Abdullah menjelaskan, ada beberapa skenario yang bisa ditempuh untuk merinci
target masing-masing negara pasar utama pariwisata Indonesia. Hal itu juga sekaligus untuk menghadapi kenyataan besarnya outbound daripada inbound selama ini.

Khusus untuk MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), Iqbal menyebut jenis wisata ini sangat potensial untuk dikembangkan karena 40 persen wisatawan yang datang ke Indonesia bermotif bisnis atau meeting. Hanya saja, selama ini dukungan
pemerintah belum optimal.

Di Amerika Serikat, industry MICE ini lebih besar daripada industri otomotif dan transportasi udara. Kita punya peluang besar disini,” katanya.

Di antara usul yang mereka sampaikan adalah perlunya peningkatan status Direktorat MICE di Kementerian Pariwisata menjadi Direktorat Jenderal (Ditjen) MICE, sehingga perhatian terhadap industri ini bisa lebih besar lagi. INCCA juga mengusulkan pembentukan Indonesia Convention and Exhibition sebagai lembaga pemerintah nondepartemen yang khusus menangani industri MICE di Indonesia sebagaimana di negara lain.

Untuk mendorong lebih banyak kunjungan wisman, Iqbal kemudian mengusulkan Visit Indonesia Year untuk tahun 2016, 2017 dan 2018. Ini, begitu Iqbal, sebagai trigger untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Selain itu, Iqbal Alan Abdullah mendorong keberpihakan pemerintah dalam mengembangkan dunia usaha dalam negeri dengan mengupayakan penurunan suku bunga perbankan di bawah 10 persen untuk misalnya kredit maksimal Rp5 miliar.

Hal ini sangat dibutuhkan dunia usaha untuk dapat bertumbuh sehat terutama dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat dengan era liberalisasi saat ini,” sambung Iqbal.

Kalangan industri juga menyoroti Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan meminta agar DPR mendorong pemerintah untuk memberikan subsidi 25.000 tenaga ahli SDM pariwisata menghadapi persiangan di tingkat ASEAN maupun global. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya