Berita

RDP dengan Pertamina, DPR Pertanyakan Kebijakan Harga BBM

SELASA, 20 JANUARI 2015 | 23:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi, mempertanyakan kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak serta akurasi perhitungan harga BBM jenis Premium menjadi Rp 6.600 per liter yang ditetapkan pemerintah.

Mulyadi menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Pertamina (Persero) di Gedung DPR Senayan, Jakarta, (Selasa, 20/1).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII Satya Yudha itu dihadiri seluruh jajaran direksi Pertamina, termasuk Direktur Utama Pertamina Pertamina Dwi Soetjipto.

"RDP ini penting menyangkut orang banyak, terutama prihal penurun harga BBM beberapa hari yang lalu. Begitu juga pemerintah menaikan harga BBM 8.500 per liter yang menurut saya belum melalui perhitungan yang akurat," tegas Mulyadi.

"RDP ini penting menyangkut orang banyak, terutama prihal penurun harga BBM beberapa hari yang lalu. Begitu juga pemerintah menaikan harga BBM 8.500 per liter yang menurut saya belum melalui perhitungan yang akurat," tegas Mulyadi.

Ternyata ketidakakuratan perhitungan tersebut diakui pihak Pertamina. "Pertamina mengakui saat belum menggunakan harga MOPS satu bulan sebelumnya. Sehingga ada potensi penerimaan negara yang harus dilaporkan kepada DPR seberapa besar tambahan penerimaan dari kenaikan BBM 8500 dan digunakan untuk program apa," kata politikus Demokrat ini.

Untuk itu, sesuai perundang-undangan harus dilaporkan ke DPR. "Karena itu kesempatan bagi kami di Komisi VII untuk mempertanyakan  hitung-hitungan harga BBM," ucap legislator asal Sumatera Barat ini.

Pada kesempatan itu juga Mulyadi menyoroti harga penjualan gas elpiji. Karena hal tersebut belum menyampaikan pula kepada Komisi VII.

"Pertamina akan berjanji akan hitung-hitungan, dan paling Rabu tanggal 21 akan dijelaskan. Karena terkait dengan rencana subsidi energi pada pembahasan APBNP 2015. Dan pada hari Kamis dilakukan secara komperesnsif terkait Migas dan Minerba serta Energi bersama Menteri ESDM," jelasnya.

Sementara itu terkait penurunan harga dan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan tidak ada yang merugi. "Tidak ada yang merugi," kata Dwi.

Menurut Dwi, penurunan harga yang sekarang berbeda dari sebelumnya. "Yang lalu kita diberi waktu tiga hari untuk SPBU mengosongkan stoknya," jelasnya.

Mengenai harga elpiji naik turun, Dwi menjelaskan sekarang harganya naik turun, karena ada yang mau menumpuk hanya berlaku dua hari. "Jadi jumlahnya (penimbun minyak dan elpiji) enggak terlalu besar," terangnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya