Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Megawati Diminta Berhenti Ngobok-obok Polri

MINGGU, 18 JANUARI 2015 | 12:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Presiden Joko Widodo untuk menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri patut disyukuri walaupun masih menyimpan teka-teki.

Setidaknya, Jokowi berjanji akan menunggu proses hukum sebelum melantik atau tidak melantik mantan ajudan Megawati Soekarnoputri ini.

"Kalau tidak ditunda, tidak masuk akal sehat bagaimana mungkin seorangan pimpinan lembaga penanggung jawab penegakan hukum menangani berbagai kasus kriminal pemberantasan korupsi sementara dirinya seorang koruptor," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rachmawati Soekarnoputri.


"Keteladanan macam apa yang akanditunjukkan Kapolri yang terlibat kasus korupsi baik kepada bawahannya maupun kepada masyarakat," kata dia lagi.

Rachma juga mengatakan, bahwa polemik di terkait jabatan Kapolri ini tidak lepas dari campur tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dia menambahkan, ini adalah kali kedua Mega mengobok-obok institusi Polri.

Sebelumnya pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, dimana Mega yang ketika itu adalah wakil presiden memaksakan S. Bimantoro menjadi Kapolri, sementata Presiden Gus Dur sudah memutuskan Chaeruddin Ismail.

"Tragis  dan ironis serta sangat tidak pantas karena ambisi pribadi dan haus kekuasaan semata sampai mengorbankan institusi Polri. Mega harus berhenti mengobok-obok Polri," demikian Rachma. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya