Berita

Presiden Rousseff/net

Hukum

EKSEKUSI TERPIDANA NARKOBA

Jokowi Bikin Rousseff Marah dan Tertekan

MINGGU, 18 JANUARI 2015 | 10:54 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Presiden Brazil, Dilma Rousseff marah setelah pemerintah Indonesia menolak untuk menghentikan eksekusi mati seorang warga negaranya.

Marco Archer Cardoso Moreira (53) asal Rio de Janeiro, Brazil, dihukum mati karena menyelundupkan kokain ke Indonesia pada tahun 2004.

"Presiden Dilma Rousseff tertekan dan marah atas eksekusi (mati) warga Brazil Marco Archer di Indonesia," begitu pernyataan dari Jurubicara kepresidenan Brazil, seperti dimuat AFP.


Padahal, Rousseff telah meminta secara pribadi kepada Presiden Indonesia Joko Widodo untuk menghentikan eksekusi.

"Presiden Dilma sangat menyayangkan bahwa permintaannya ditolak, tidak diperhatikan oleh kepala negara Indonesia," tambah pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa hukuman mati ini dapat mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

"Menggunakan hukuman mati, yang semakin ditolak oleh masyarakat internasional, akan mempengaruhi hubungan antara negara kami," jelasnya.

Mengutip dari BBC, Duta besar Brazil di Jakarta telah ditarik untuk melakukan konsultasi. Selain Brazil, Belanda juga menarik kembali duta besarnya, setelah Menteri Luar Negeri Bert Koenders menilai eksekusi terhadap warga negara Belanda Ang Kiem Soe (52) merupakan pengingkaran terhadap martabat dan integritas kemanusiaan.

Selain warga negara Brazil, tahanan lain yang menerima eksekusi mati selain seorang warga Indonesia, berasal Belanda, Vietnam, Malawi dan Nigeria. Eksekusi mati mereka telah terlaksana pada Minggu (18/1) dini hari di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Satu terpidana mati asal Vietnam dieksekusi di Boyolali Jawa Tengah pada waktu yang sama.

Moreira sendiri merupakan warga Brazil pertama yang dieksekusi di luar negeri.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya