Recep Tayyip Erdogan/net
Recep Tayyip Erdogan/net
Erdogan menyebut majalah Perancis itu telah menghasut kebencian dan rasisme.
"Majalah ini terkenal dengan publikasi hal yang provokatif tentang Islam, tentang orang-orang Kristen, semua orang. Ini tidak bisa disebut dengan kebebasan. Ini sama saja mendatangkan teror dengan melakukan intervensi dalam ruang kebebasan orang lain. Kita harus menyadari hal ini. Tidak ada kebebasan tanpa batas," katanya di Ankara, Jumat waktu setempat, seperti dikabarkan AFP.
Populer
Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36
Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00
Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15
Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33
Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18
Senin, 01 Juni 2026 | 13:12
Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07
UPDATE
Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28
Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08