Berita

Bisnis

Petani Tebu Ngeluh Harga Gula Terlalu Rendah

SELASA, 13 JANUARI 2015 | 08:31 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi VI DPR RI, M. Sarmuji mengaku mendapatkan keluhan dari para petani tebu yang ada di dapilnya, seperti petani yang ada di kota kediri, Tulungagung, dan Blitar. Sebab, kata Sarmiji, penghasilan mereka dari hasil panen tebuh cukup menurun drastis karena saat ini harga gula terlalu rendah.

"Itu sekarang para petani tebu menjerit, mereka mengeluhkan harga gula yang terlalu rendah sehingga penghasilan mereka menurun. Perhektare mereka rugi sekitar 15 juta," kata Sarmuji melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/1).

Menurut Sarmuji, kerugian para petani tebu itu disebabkan karena ada sistem pembagian hasil antara petani tebu dan pabruk gula. Dari sistem yang diterapkan itu, kata dia, petani tebu hanya mendapatkan hasil dari bagian tebu yang dihasilkannya sendiri. Jika harga gula terlalu rendah, tutur dia, hasil dari gula yang menjadi bagian petani tebu tersebut juga penjualannya menjadi rendah.
 

 
"Kemudian juga petani mengeluhkan tentang rendemen tebu yang penentuannya tidak transparan," pungkas
politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Dijelaskan, rendemen petani tubu di negara ini tidak ada yang sampai mencapai sembilan persen. Rendemen mereka mayoritas berada pada kisaran 8,6 persen. Itu pun ada di pabrik-pabrik tertentu. Dengan begitu, kata dia, jika rendemen tebu tersebut rendah maka proporsi penghasilan gula juga menjadi rendah.

"Kalau rendemennya tujuh misalkan,  itu berarti tebu itu menghasilkan tujuh kg perguintalnya. Kalau raendemen ditetapkan oleh pabrik gula itu rendah dan randemen itu ditentukan sepihak oleh pabrik gula maka petani pasti akan menjerit. Jadi yang dikeluhkan pertama adalah rendah dan yang kedua tidak transparannya penentuan randemen," katanya.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Jokowi Intervensi Prabowo soal Kabinet Jelang Pelantikan Presiden

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:13

Sehina-hinanya, Serendah-rendahnya

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:48

Rezim Baru dan Kelahiran Organisasi Pemuda Paramiliter

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:41

Satu Polisi Tewas Dibacok saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:18

Jokowi Kecewa Berat Roy Suryo-Dokter Tifa Tak Ditahan

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:15

Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:26

Spanyol Lolos ke 16 Besar setelah Gasak Austria 3-0

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:12

Raja Juli Antoni Dituntut Terbuka soal Kasus Bupati Kuansing

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:03

Flyover Latumenten Bisa Kurangi Kemacetan 40 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:30

Sangat Aneh Kejaksaan Belum Periksa Jokowi

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:17

Selengkapnya