Berita

net

Hukum

Kajati Babel yang Baru Diminta Tuntaskan Kasus Pencurian Timah

MINGGU, 11 JANUARI 2015 | 16:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penunjukan Agus Riswanto sebagai Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) disambut baik banyak pegiat hukum. Koordinator Masyarakat Perantau Asal Babel Anti Korupsi Pejabat Babel (MABBAK), Ronald Puturuhu berharap, Kajati baru tidak buta mata hati seperti Kajati sebelum-sebelumnya dalam membongkar berbagai kasus pelanggaran hukum di Babel.

"Terutama terkait dugaan tindak pidana pencurian dan penyeludupan timah," kata Ronald dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (11/1).

Guna mendorong terciptanya sinergi aparat hukum di Babel, pihaknya mempersiapkan suatu program untuk melahirkan skema yang diharapkan bisa mengeliminir terjadinya kejahatan dalam pertambangan timah.


"Sebab Babel adalah wilayah yang paling kaya kandungan timah," ungkap dia.

Ronald menjelaskan bahwa skema itu harus menyertakan masyarakat Babel, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Babel agar tidak terjadi lagi pencurian-pencurian yang diduga sudah diekspor ke luar negeri sehingga merugikan negara sampai ratusan triliun pertahun seperti sepuluh tahun terakhir ini.

"Bulan ini kami akan mendekatkan diri ke seluruh elemen pemerintahan di provinsi Babel. Karena itu, kami menuntut agar Kajati Babel yang baru harus di kawal agar pencurian timah ilegal tidak lagi terjadi," ungkapnya.

Untuk itu pihaknya mendorong Kajati segera memulai langkah-langkahnya untuk melakukan koordinasi terhadap institusi Kepolisian.

"Jangan menunggu-nunggu lagi," tandasnya.

Agus Prasetyo yang dilantik oleh Jaksa Agung H.M Prasetyo pada Rabu 7 Januari 2015 lalu mengaku salah satu langkah kedepan yang akan di pelajari adalah perkara-perkara tertunda yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya bila ada kasus tambang timah ilegal didaerah tersebut.

"Nantinya saya akan pelajarin dulu (kasus tambang timah ilegal yang tertunda), saya akan lihat berkasnya dulu, kasus posisinya, teknis yuridisnya terpenuhi apa belum. Jadi kan kita tidak bisa teori, pelajarin dulu batas hukumnya juga bukti-bukti yang cukup, apakah ada pelangaran tindak pidananya," kata Agus usai pelantikan.

Dia pun mengaku untuk mengusut kasus-kasus  eksplorasi timah ilegal nantinya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, kasus-kasus apa saja yang pernah di selidikin Polda setempat. Hal itu, agar berkas-berkas itu tidak bolak-balik.

"Kalau penyidik kepolisiankan kita sifatnya hanya petunjuk, apakah unsur deliknya sudah terpenuhi. Saya nga pengin ada berkas bolak balik. Jadi budayakan koordinasi secara efektif," ungkap dia.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya