Berita

foto: net

Politik

Benarkah Rini Soemarno Sudah Jadi Musuh Bersama

SABTU, 10 JANUARI 2015 | 00:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sampai hari ini foto yang memperlihatkan Meneg BUMN Rini Soemarno memegang dasi Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan masih jadi pembicaraan khususnya di kalangan aktivis politik dan kelompok relawan pendukung Joko Widodo.

Kalangan ini menilai Rini Soemarno sedang bermanuver untuk "menaklukkan" hati Luhut Panjaitan. Lalu, bila tujuan pertama tercapai, Rini tampaknya ingin membangun semacam koalisi baru di dalam Istana yang bisa membentengi dirinya dari serangan politisi PDI Perjuangan dan kelompok relawan yang sejauh ini berhasil dijauhkan dari ring satu Jokowi.

"Tapi Bang Luhut juga tahu siapa yang selama ini berusaha keras menghalangi dirinya. Bang Luhut juga paham bahwa Rini Soemarno juga yang memotong akses kawan-kawan relawan ke Presiden Jokowi," ujar Adamsyah WH dalam perbincangan Jumat siang (9/1).


Adam yang juga Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) itu adalah salah seorang pentolan relawan pendukung Jokowi. Adam mendapatkan keterangan langsung dari Luhut Panjaitan mengenai kecelakaan dasi itu.

Di sisi lain, seorang aktivis PDIP mengatakan, Rini Soemarno kini menjadi musuh bersama partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu. Status terbaru Rini Soemarno itu konon disampaikan dalam sebuah rapat partai baru-baru ini.

Juga beredar kabar bahwa Rini Soemarno pernah mengirimkan pesan kepada seorang politisi PDIP yang intinya mengatakan bahwa pengabdian Rini Soemarno pada Megawati selama sepuluh tahun sudah berakhir.

"Dia (Rini Soemarno) tampaknya tidak menyangka Bang Luhut akhirnya bisa masuk ke Istana. Jadi soal  tangan Rini itu (memegang dasi Luhut), sebenarnya bisa dipahami sebagai manuvernya untuk merangkul Bang Luhut. Tapi manuver ini akan sia-sia. Kita lihat saja nanti," ujar Adamsyah lagi. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya