Berita

Media Singapura Turunkan Laporan Pelanggaran Prosedur Penerbangan AirAsia

SENIN, 05 JANUARI 2015 | 08:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

AirAsia sama sekali tidak pernah meminta laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelum AirAsia QZ8501 yang dikemudikan Pilot Iriyanto terbang pada Minggu pagi pekan lalu (28/12).

Tindakan ini sebuah pelanggaran prosedur penerbangan. Media Singapura, Straits Times menjadikan hal ini sebagai salah satu laporan utama.

Disebutkan bahwa hal itu tercantum dalamdokumen yang dikirimkan BMKG kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan hari Rabu lalu (31/12).


Dalam laporan itu disebutan bahwa Flight Operations Officer (FOO) AirAsia meminta dokumen cuaca kepada BMKG pada pukul 07.00 WIB, atau setelah pesawat terbang pada pukul 05.30 WIB.

Adapun AirAsia QZ8501 tidak dapat dihubungi lagi pada pukul 06.17 WIB.

Mantan anggota Komisi Nasional untuk Keselamatan Transportasi (KNKT) Ruth Hanna Simatupang mengatakan pilot diminta membaca dokumen cuaca BMKG setidaknya 10 menit sebelum takeoff.

Jadi bagaimana pesawat itu bisa terbang tanpa laporan cuaca (dari BMKG)?” tanya dia.

Dia juga mengatakan, untuk penerbangan internasional, pilot dan kru harus sudah siap setidaknya 2,5 jam sebelum penerbangan.

Apakah Bandara Djuanda mempersiapkan pilot pukul 4.00 pagi? Itu barangkali sebabnya mengapa FOO ridak mengambil laporan cuaca dari BMKG. Atau bisa juga karena BMKG belum memiliki data resmi,” kata dia lagi seperti dikutip dari Straits Times.

Sementara Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko, membantah hal itu dan mengatakan bahwa pihaknya selalu berhati-hati terkait laporan cuaca.

Dia juga mengatakan BMKG mengirimkan laporan cuaca kepada AirAsia setidaknya empat kali dalam satu hari. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya